Story cover for Why Me? by pecintakucing__
Why Me?
  • WpView
    Reads 216
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 216
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Jan 20, 2024
[ jangan lupa vote]

Gadis yang berbahaya? Tidak mungkin gadis polos sepertinya berbahaya.


*****

"Lia suka sama cowok yang disana itu!" Serunya dengan mata yang berbinar melihat lelaki tampan yg lumayan agak jauh dari jarak mereka.

"Lo bilang suka sama dia? Yang bener aja liat tuh pakaiannya, mau lo sama dia jadi apa ntar lo hah?" Saut gadis dengan kuncir kuda, dan aura dewasanya.

"Gak mau tau pokoknya Lia suka! Suka! Sukaa!" Teriaknya merengek 

"Serah lo Lia, serah" ujar gadis lainnya dengan rambut yang digerai memakai bandana dikepalanya, memasang raut wajah gemas akan teman yang keras kepala tersebut.

••∆∆∆••


⚠️ Mengandung unsur kata-kata kasar dan kelakuan kekerasan fisik yang tidak untuk dicontoh⚠️

⛔ Asli hasil karya sendiri dan dilarang mencontek karya ⛔

🚫 Jika dirasa dibawah umur tidak disarankan membacanya 🚫
All Rights Reserved
Sign up to add Why Me? to your library and receive updates
or
#493ceritaseru
Content Guidelines
You may also like
Yosan Ananda  by cavanic
13 parts Complete Mature
❗ Cerita ini masih tahap Revisi. Kalau Berminat membaca silahkan, Perlu Vote dan Follow dari Pembaca 🙏🏻 ❗ Peringatan: Novel ini mengandung adegan dan karakter dengan sifat gelap yang tidak layak untuk ditiru. ❗ Catatan: Novel ini berisi tema-tema gelap, seperti kekerasan, manipulasi, Bahasa Yang kasar dan eksplorasi sisi gelap manusia. Yang mungkin tidak memicu kenyamanan (tidak cocok) untuk pembaca. Deskripsi Cerita : Liana duduk di tepi pantai, jari-jarinya bermain dengan pasir yang lembut. Angin laut berhembus sepoi-sepoi, menerbangkan rambut panjangnya yang indah hingga menutupi wajahnya yang polos. Ia berusaha menyingkirkan rambutnya dengan tangan yang berpasir, sedikit mengernyit karena pasir menempel di wajahnya. Tiba-tiba, Yosan menyodorkan sebuah jepit mutiara ke arahnya. Mata Liana membulat, menatap jepit itu dengan heran. "Ini jepit aku," katanya, suaranya sedikit meninggi karena terkejut. "Aku cari-cari pantesan gak ada, kamu ambil ya?" tanyanya, matanya menyipit curiga. Yosan terkekeh geli, melihat ekspresi bingung Liana. "Enggak," jawabnya, masih tertawa kecil. "Itu ketinggalan di tali tas ransel aku, waktu kamu jepitin di tas aku." Yosan mengambil jepit itu dari tangan Liana dengan lembut. Ia kemudian menyisir poni samping Liana yang panjang dengan jarinya, lalu menjepitnya dengan jepit mutiara itu. Ia menatap wajah Liana yang polos dan cantik dengan tatapan lembut, senyumnya mengembang. "Liana," katanya, suaranya pelan dan menenangkan. "Siapa yang berani buat kamu nangis? Bilang ke aku." Liana menoleh ke arah Yosan, mengangkat dagunya sedikit, menunjukkan ekspresi sombong yang menggemaskan. "Kalau mamah aku, gimana?" tantangnya. Yosan tersenyum lebar, "Wah, kayanya aku gak berani ngelawan Li," balasnya, "Karena aku gak bisa melawan ibu bidadari. Takut gak di restuin," tambahnya, sambil mengedipkan sebelah matanya, membuat Liana tertawa kecil.
ALBAR by Noviaalistt
45 parts Ongoing
❝ Darah dibalas dengan darah. Nyawa dibalas dengan nyawa. Semua harus setimpal. ❞ - M A R S T A D MARSTAD merupakan Geng motor, yang disegani oleh banyak orang. Tapi jika dilihat lebih dalam, MARSTAD merupakan sekumpulan pria yang tetap menjalankan ibadahnya. Walaupun sikap kebaikannya selalu tertutupi oleh kenakalan-kenakalan yang diperbuat. Mereka terkenal bukan hanya dengan kenakalannya saja, tapi juga kehebatan-kehebatan meraka dalam bidang beladiri. MARSTAD : 'Diam ditindas atau melawan untuk menang!' - MARSTAD diketuai oleh ALBAR ARDIAZ DEVARO, Sang pria dingin dan berhati batu. Namun, bagaimana jika hatinya diluluhkan oleh seorang gadis cantik nan lugu. Tapi sayangnya, gadis itu banyak sekali menyimpan misteri dan teka-teki dalam kehidupannya. "Gue gak tau kisah lo yang sebenarnya. Tapi, akan gue pastikan. Satu-persatu rahasia lo terbongkar. Karena lo hanya milik gue, Zelara." --- ••'Tentang dia yang aku rindukan dan dia yang datang membuat segala kenangan.'•• A L B A R Juga -Tentang mereka yang saling membalas dan menuntut KEADILAN- --- Ini bukan tentang gadis polos nan lugu yang akan dilindungi oleh sang ketua Geng motor, tapi bagaimana kisah kehidupan mereka yang banyak menyimpan rahasia, teka-teki, dan akan cukup menguras pikiran kalian. |Jangan terlalu terbuai dengan cerita, kejadian kecil pun bisa menjadi teka-teki mereka.| --WARNING: Banyak mengandung kata-kata kasar dan kekerasan! Harap bijak dalam membaca.-- ✓CERITA MURNI HASIL PEMIKIRAN SENDIRI. PLAGIAT HARAP MENJAUH!✓ - #1 In Mostwanted [1/3/22] #1 In Solidaritas [19/11/22] #2 In Fiksiremaja [1/3/22] #2 In Fiksiremaja [2/3/22] #2 In Fiksiremaja [3/3/22] #2 In Solidaritas [8/6/22] #3 In Gengmotor [1/3/22] #3 In Humor [3/3/22] #1 In Ketuagengmotor [30/01/21] #1 In Albar [03/04/21] #1 In Anaksekolah [02-04/05/21] #1 In Geng [25/01/22] #2 In Highschool [16/02/22] #4 In Gengmotor [29/04/21] #4 In Persahabatan [04/09/21] 2020 , noviaalistt
You may also like
Slide 1 of 10
Yosan Ananda  cover
A SOULMATE [story Alezka]  cover
RENJANI cover
ARETHA LEANDER cover
GLANCE  cover
Sweet Accident cover
SERAVA cover
RIAREZ : dendam dalam cinta (END) cover
GOOD GIRL AND BAD GIRL cover
ALBAR cover

Yosan Ananda

13 parts Complete Mature

❗ Cerita ini masih tahap Revisi. Kalau Berminat membaca silahkan, Perlu Vote dan Follow dari Pembaca 🙏🏻 ❗ Peringatan: Novel ini mengandung adegan dan karakter dengan sifat gelap yang tidak layak untuk ditiru. ❗ Catatan: Novel ini berisi tema-tema gelap, seperti kekerasan, manipulasi, Bahasa Yang kasar dan eksplorasi sisi gelap manusia. Yang mungkin tidak memicu kenyamanan (tidak cocok) untuk pembaca. Deskripsi Cerita : Liana duduk di tepi pantai, jari-jarinya bermain dengan pasir yang lembut. Angin laut berhembus sepoi-sepoi, menerbangkan rambut panjangnya yang indah hingga menutupi wajahnya yang polos. Ia berusaha menyingkirkan rambutnya dengan tangan yang berpasir, sedikit mengernyit karena pasir menempel di wajahnya. Tiba-tiba, Yosan menyodorkan sebuah jepit mutiara ke arahnya. Mata Liana membulat, menatap jepit itu dengan heran. "Ini jepit aku," katanya, suaranya sedikit meninggi karena terkejut. "Aku cari-cari pantesan gak ada, kamu ambil ya?" tanyanya, matanya menyipit curiga. Yosan terkekeh geli, melihat ekspresi bingung Liana. "Enggak," jawabnya, masih tertawa kecil. "Itu ketinggalan di tali tas ransel aku, waktu kamu jepitin di tas aku." Yosan mengambil jepit itu dari tangan Liana dengan lembut. Ia kemudian menyisir poni samping Liana yang panjang dengan jarinya, lalu menjepitnya dengan jepit mutiara itu. Ia menatap wajah Liana yang polos dan cantik dengan tatapan lembut, senyumnya mengembang. "Liana," katanya, suaranya pelan dan menenangkan. "Siapa yang berani buat kamu nangis? Bilang ke aku." Liana menoleh ke arah Yosan, mengangkat dagunya sedikit, menunjukkan ekspresi sombong yang menggemaskan. "Kalau mamah aku, gimana?" tantangnya. Yosan tersenyum lebar, "Wah, kayanya aku gak berani ngelawan Li," balasnya, "Karena aku gak bisa melawan ibu bidadari. Takut gak di restuin," tambahnya, sambil mengedipkan sebelah matanya, membuat Liana tertawa kecil.