"kita selesai sampai sini saja yaa" katanya yang sedari tadi duduk di kursi kayu kini berdiri sambil memandangi wajahku aku masih ingat persis bagaimana dia mengucapkan kalimat itu yang terlihat biasa saja namun menurutku sangat sulit di ucapkan. Bukankah butuh banyak pertimbangan saat dia mengucapkan kata 'selesai'. "kenapa?... kenapa harus sekarang?" "lalu?.. kau menginginkan nya kapan?" ia bertanya sambil menaikan sebelah alis nya aku sudah menebak sepertinya dia tidak mengerti dengan yang ku maksud "bukann.. maksudku, mengapa harus sekarang kau meminta kita selesai? bukankah kau menginginkan kita selesai sudah sejak lama? lalu mengapa baru sekarang kau ucapkan?" dia diam.. etah apa yang ada di pikiran nya, aku sendiri pun tidak tahu, mungkin mengingat ngingat apa saja yang dua tahun lalu sudah kita jalani bersama. "kamu mungkin tidak akan tau seberapa berat aku memilih pilihan ini, meski dari sejak dulu aku memang ingin kita selesai. Kamu tidak usah khawatir, aku tidak akan jauh, aku masih di sampingmu" Ucapnya sambil berjalan dan menjauh Ia pergi. perlahan punggung nya mulai memudar dari pandangan, hingga benar-benar tidak ada lagi jejak tubuhnya. yaa... semuanya telah selesai tidak ada lagi kata 'kita' tidak ada lagi lelucon yang hanya bisa di nikmati berdua, semua nya selesai. Karna selesai atau putus adalah tanda titik yang pasti, sekali di ucapkan, sudah jelas tersampaikanTüm hakları saklıdır
1 bölüm