PAPA RUMAH TANGGA

PAPA RUMAH TANGGA

  • WpView
    Reads 24,020
  • WpVote
    Votes 2,021
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 11, 2026
Daiyan menyerah. Pada akhirnya ia harus mengizinkan kembali istrinya untuk kembali bekerja sembari menunggu panggilan kerja untuknya sendiri. Kebutuhan ekonomi yang mendesak serta tabungan yang sudah menipis, membuat Daiyan harus bertukar peran dengan Dara. Dara kembali bekerja, sementara Daiyan harus mengasuh kedua anaknya dan mengurus pekerjaan rumah. Ikuti perjalanan hidup Daiyan menjadi papa rumah tangga untuk keluarganya. Jangan lupa VOTE dan KOMENTARNYA YAA
All Rights Reserved
#1
perempuan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • The Villain Mother
  • The Last Yes!
  • Almost Married (END)
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • Chasing Sanara
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • De Andere Weg (END)
  • Nala dan Mas Juragan

🔞⚠️Note: Cerita ini 21+ ya. Isinya untuk dewasa, mohon bijak dalam membaca. ****** Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines