Kapalku (tidak) Pecah

Kapalku (tidak) Pecah

  • WpView
    Letture 68
  • WpVote
    Voti 32
  • WpPart
    Parti 3
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione ven, gen 26, 2024
WpInfo
Narrativa
Storie d'Amore
"Mau tahu filosofi kapal?" Dhira menahan tangisnya. Raka hanya termenung dan berbaring.Ia mengangguk lemah meski sebenarnya cowok tidak seingin tahu itu apa yang ingin wanita di sampingnya ini katakan. "Tapi maaf sebelumnya, kamu siapa?" Satu tetes air mata jatuh membasahi pipinya. Ia tak marah kepada Raka yang tidak memingatnya. "Kamu satu-satunya kapalku yang tidak pecah."
Tutti i diritti riservati
#1
evenpensi
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Serambi Doa [REVISI]
  • Obstinate
  • Rasya Vs Rasyid [END]
  • Ragatha
  • Life Without You [TERBIT]
  • AM I YOUR ALI || TAMAT
  • ❬ ✓ ❭ Furthermore
  • Menikah Dengan Mantan? (END)
  • Nobody Knows (HIATUS)
  • Maaf (Sequel Off T.A.A.O) | SELESAI REVISI

Mahyra segera berlari, untungnya ia tak pergi jauh. Ia masuk ke dalam gedung, melewati koridor. Sial, kelasnya berada di lantai tiga. Ia menunggu dengan gelisah di depan lift, sampai lift terbuka ia segera masuk dan menekan tombol nomor 3. Ia panik, waktunya semakin berjalan, Tinnn Bunyi lift terbuka dengan cepat ia keluar, dan berbelok ke arah kanan menuju kelas paling ujung namun naas kembali menimpa dirinya. Ia menabrak sesuatu lebih tepatnya menambrak punggung seseorang yang membuatnya harus terjatuh tertimpa buku yang di bawah oleh orang tersebut. Orang itupun ikut terjatuh. "Shit, heh lo ngapain sih!" Mahyra tak memperdulikan apa yang dikatakan oleh orang tersebut. Ia masih mengusap bokongnya sekaligus kepalanya yang sakit karena terjatuh dan tertimpah buku. Kembali melirik jam, gawat dia terlambat setengah jam. Bisa mampus dirinya jika ketahuan mamanya. Ia berdiri, tanpa mengucapkan apapun, menghiraukan pria yang sudah mengumpat hebat kepadanya. Namun ia tak peduli, ia kembali berjalan dengan cepat sebab tak mampu berlari. "Cewek sinting" pria itu berteriak, pria yang tak bisa menghilangkan kekesalannya, akan memastikan ketika bertemu dengannya kembali, pria itu akan memberikan pelajaran untuknya . . "Semua pasti punya masalah bukan?". Kalau gak ada masalah dan hidup baik-baik saja, maka itu namanya bukan kehidupan. Begitupun hidup Mahyra, bagaimana dihadapkan dengan keluarga, pertemanan, cinta, bahkan sampai dirinya dengan TuhanNya. "Apakah Ia mampu melewati semuanya, atau malah menyerah?".

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti