Bintang itu belum redup

Bintang itu belum redup

  • WpView
    Reads 2,160
  • WpVote
    Votes 169
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 28, 2024
Langkahmu sudah terlalu jauh dari bahagia. Hidup namun seperti mati. Bernapas tapi sering sesak. Alasan bahagia yang sederhana pun sudah terenggut. Apa kamu tidak bisa marah? Kenapa?Kamu berhak untuk bahagia! Bahkan, untuk menagih janji-pun kamu tidak bisa! mengapa? Kenapa kamu selalu memikirkan orang lain? Jika kamu memikirkan orang lain.. siapa yabg memikirkan dirimu? siapa?
All Rights Reserved
#305
ego
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja yang mendung
  • R I N D U
  • ALEYA~~
  • Deberìa Redirme? (End)
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Nanti Juga Sampai
  • ARGALAND
  • Twins; Jevan-Nevan [TERBIT]
  • UNREQUITED LOVE
  • RAVENDRA

☘️☘️☘️ Perbedaan pendapat dengan orang tua adalah suatu hal yang wajar, karena tidak selamanya anak dan orang tua itu sejalan. Akan tetapi bagaimana kah dengan mental anak itu sendiri ketika dia dituntut dengan suatu keharusan, harus bisa dan harus mau menjalani apa yang diinginkan orang tua? Padahal anak itu punya keinginan sendiri, ingin memilih jalannya sendiri ... Jadi??? Simak kelanjutan cerita ini . I don't know what I'm doing right or wrong. but I only know one thing for sure, that making everyone happy and hurting yourself is not a good thing. . . . . Aku tau aku salah, tapi apakah semua kesalahan kesalahan semua ini ditimbulkan oleh aku saja? Apa hanya aku yang menanggung dosa ini?

More details
WpActionLinkContent Guidelines