Story cover for Incendiary! by gheajanuari
Incendiary!
  • WpView
    LECTURES 21,887
  • WpVote
    Votes 628
  • WpPart
    Chapitres 13
  • WpView
    LECTURES 21,887
  • WpVote
    Votes 628
  • WpPart
    Chapitres 13
En cours d'écriture, Publié initialement janv. 20, 2024
Contenu pour adultes
"Dia mempesona kan, Mei?" Bisik seseorang ke telinga cantik itu. Mereka menatap laki-laki indah itu bersamaan, tidak mau melepas tatapan mereka.

"Buat apa ganteng kalau suka memanfaatkan orang lain?" Balasnya sambil memainkan kukunya, ia sama sekali tidak melempar tatapan peduli kepada laki-laki itu yang sedari tadi mendengarkan percakapan mereka.

Apapun makannnya, ludah selalu menjadi minuman pertama kan?
Tous Droits Réservés
Inscrivez-vous pour ajouter Incendiary! à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 7
He Wrote My Name Wrong cover
Troublemaker >< Lovemaker [completed] cover
Pergi Dan Kembali cover
Ketos Mesum  cover
Gadis itu aku, Reyna cover
CLBK (Cinta Love Bikin Kesal)  TAMAT cover
DIA SANDRA(Selesai✔️) cover

He Wrote My Name Wrong

22 chapitres En cours d'écriture

He Wrote My Name Wrong Wattpad by barelyunknown SMA Harapan Baru katanya sekolah penuh "cinta pertama". Katanya sih. Nyatanya? Hari pertama orientasi aja aku udah dapat partner paling nggak ramah sedunia-Raynald Ezra, si cowok tinggi berkacamata yang ngomongnya kayak dosen dan nggak pernah senyum. Meira Anindya enggak pernah menyangka kalau hari pertamanya di SMA akan dipenuhi kejutan-terutama kejutan bernama Raynald Ezra. Cowok cuek dari kelas sebelah itu bikin Meira salah tingkah sejak insiden kecil di hari MOS. Tapi bukan SMA namanya kalau perjalanan cinta mulus-mulus aja. Mulai dari beda kelas, cewek berhijab yang selalu bareng Ray, sampai kenyataan bahwa Ray punya masa lalu yang belum sepenuhnya ia lepas. Sementara Meira sibuk memahami perasaannya, Ray juga diam-diam menyimpan rasa-rasa yang belum pernah ia tunjukkan ke siapa pun sejak kehilangan orang terdekatnya. Satu hal yang pasti: keduanya sama-sama belum siap untuk jujur... bahkan pada diri sendiri. Di antara tumpukan tugas, eskul, dan jantung yang deg-degan tiap ketemu di lorong sekolah, Meira dan Ray belajar satu hal: cinta pertama enggak selalu tentang kata yang sempurna, tapi tentang siapa yang bikin kamu ingin menulis ulang segalanya-termasuk nama seseorang, meski awalnya kamu salah tulis.