We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Li Madza

Li Madza

  • WpView
    Reads 6,847
  • WpVote
    Votes 284
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 15, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
"Kamu mikir nggak gimana perasaan asya ketika melihat suaminya lebih memilih menolong perempuan lain ketimbang istrinya?" tanyan nya dengan suara yang sedikit serak "Tangan perempuan lain berani kamu sentuh sedangkan tangan istri kamu sendiri belum pernah kamu sentuh MASS!!" "kenapa shafa shafa terus yang ada di pikira kamu mas!!" ucapnya dengan suara yang menaik beberapa oktaf "kalo memang nggak siap kenapa kamu menerima permintaan ayah saya?" "kalo nggak ada perasaan jangan suka membuat orang lain berharap!!" Situasinya bukan membaik malah semakin keruh, bukan ini yang ia harapkan tapi semua yang keluar dari mulut asya membuatnya terpancing emosi selama ini ia udah bersabar dengan segala sikap dan perbuatannya. "semua perlakuan yang saya berikan itu sebagai rasa tanggung jawab saya ASYA SYAIRA ANAIKA!!"
All Rights Reserved
#450
islami
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Because 51:49
  • Mengejar Cinta Ustadz (TAMAT)
  • Semanis Cinta Mas Santri
  • A Journey with You
  • MARRIED WITH GUS [END]
  • nyantri bareng suami
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • Mysophobia (sedang di REVISI)
  • HADIAH DARI LANGIT [END]
  • AL-GHAAZIY

liku sebuah takdir yang bisa dikatakan cukup rumit, tentang masalah juga Tragedi yang ada sudah cukup menjadi pembelajaran untuk mereka. Saat itu, saat dimana sang Ustadz kembali berada disituasi yang sama dibeberapa tahun lalu lamanya. Menatap dalam mata yang sempat mengisi ruang hatinya, menaru harapan terakhir pada sosok wanita yang kini berada dihadapannya. Lantas satu kalimat beberapa tahun lalu kembali terucap, "Alara, untuk yang kedua kalinya.. kalo saya khitbah kamu, apa kamu terima saya?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines