Who Are We?

Who Are We?

  • WpView
    Reads 49
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 11, 2024
Dunia memang sempit, mereka bertemu lagi di umur 19 tahun. Mereka bertemu di masa kecil meski hanya seperkian detik. Mendapatkan gelar dan tanggung jawab sebagai pemimpin dari dua pasukan karena hukuman atas perbuatan yang tak bisa dianggap sepele yang mereka lakukan di masa kecil mereka. Harus melawan sisi lain dari diri mereka sekuat tenaga, perasaan bersalah terus menghantui mengetahui perbuatan dari diri mereka sendiri, namun bukan mereka yang melakukan semuanya. Menjadi tidak sempurna, namun selalu diandalkan. Menjadi sempurna, namun selalu diincar ingin membunuhnya. Mereka selalu menjadi tanah dan rumput tak pernah menjadi langit dan awan yang selalu diatas meski mereka orang terpandang. Tiba-tiba, monster menjadi ganas menyerang pemukiman, semua pasukan termasuk pemimpin mereka harus berpencar. Apalagi ditambah serangan dari suku barbar yang tiba-tiba tanpa alasan. Menyelidiki semua keanehan ini dan mencari dalang dibalik penderitaan mereka, membunuh satu untuk menyelamatkan satu. "Sial... Itu semua bukan diriku." "Bukan aku yang membunuh mereka!" "Sebenarnya siapa...." "Aku ini, siapa?" Perhatian : Mengandung adegan pembunuhan, jika ada kesamaan nama, tempat, cerita, dan sebagainya, mohon dimaafkan karena ini hanya kebetulan dan ini hanya cerita karangan dan tidak nyata. Ambil bagian baik dan buang bagian buruk :> Cover by Me
All Rights Reserved
#1
halfdemon
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Mysterious Girl
  • MIRROR | Jay ✓
  • {WN} Breakthrough with the Forbidden Master I
  • ...WTF?!?!. Lookism x Female Reader.
  • Threads Of A Broken Fate
  • Cleaning Service di Dunia Bangke (Progresi LitRPG)
  • Sweet Holiday
  • Take Me To Hell

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

More details
WpActionLinkContent Guidelines