Harapan Sang Darmaga

Harapan Sang Darmaga

  • WpView
    Reads 2,106
  • WpVote
    Votes 93
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 18, 2024
Seorang Abang yang berusaha bertahan hidup untuk menjaga kedua adiknya yang selalu mendapatkan kekerasan dari sang papa bagaimana bisa seorang abang yang rela dipukul dan di cambuk hanya untuk melindungi kedua adiknya mereka bertiga melewati pahitnya dunia tanpa seorang pun yang mau menerima mereka Sang Mama yang berjanji akan kembali membawa mereka nyatanya semua hanya omong kosong " Kita adalah makhluk yang suka menyalahkan dari luar, tidak menyadari jika sebenarnya asal dari masalah datang adalah dari dalam " - Darmaga Arbinta Darmaga Arbinta seorang kaka yang sangat berjasa ia rela menjadi robot untuk sang papa agar papa mereka tidak menyakiti kedua adiknya " Aku juga seorang manusia biasa yang juga merasakan lelah dan butuh kebebasan " - Darmaga Arbinta * * * * AYO SEMUAA BACA CERITA INI AYO DUKUNG SAMPAI END'
All Rights Reserved
#1
3bersaudara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nathalea
  • ARBYNAKA
  • He's My Best Friend [END]
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • 🚨The sun in the dark sky🚨
  • Hurry Hutt  Frei Wolfsmadchen
  • Langit Biru [END]
  • BOBOIBOY : ANGKARA LAIN
  • Sangkar si Biru [On Going]
  • Dyara Dan Kisahnya [End]
Nathalea

Anak Kedua dengan Seribu Tangisnya "Lea, nanti kalau udah gede jagain abang sama adeknya." "Terus yang jagain Lea siapa?" "Lea anak cewek, jadi harus mandiri." Sejak kecil, Nathalea Arunika Senjana (Lea) hidup dengan beban yang tak seharusnya ia tanggung. Sebagai anak kedua dari tiga bersaudara, ia harus menjadi pengganti kakaknya yang gagal dan selalu mengalah untuk adiknya. Ibunya tidak pernah melihat perjuangannya. Bagi sang ibu, Lea hanya anak yang harus menurut, yang harus bisa segalanya tanpa mengeluh. Setiap kesalahan selalu dibebankan padanya, setiap keluhan dianggap sebagai alasan. Di sisi lain, ayahnya tak pernah peduli. Kesibukannya bekerja membuatnya tak pernah benar-benar hadir dalam hidup Lea. Tidak ada sosok yang bisa ia andalkan, tidak ada tempat untuk bersandar. Baginya, rumah bukanlah tempat pulang yang hangat, melainkan tempat di mana ia harus terus berjuang sendirian. Tidak peduli seberapa lelah atau sakitnya ia, Lea harus tetap kuat. "Mama nggak mau tahu, kamu harus bisa!" "Papa sibuk, jangan ganggu Papa dengan hal sepele." Lea terus berusaha menjadi kuat, menelan semua sakitnya sendirian. Tapi sampai kapan? Sampai kapan ia harus menahan semua luka yang tak pernah terlihat? Sampai kapan ia harus selalu salah dan tak pernah dimengerti? 🥈#hujan 25/04/2025 🥇#terluka 11/09/2025 🥇#tekanan 26/04/2025 6 #broken 22/04/2025 3 #anaktengah 21/03/2025 1 #bandung 25/09/2025 no coppy, usahakan vote [on going]

More details
WpActionLinkContent Guidelines