Harapan Sang Darmaga

Harapan Sang Darmaga

  • WpView
    Reads 2,086
  • WpVote
    Votes 93
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 18, 2024
Seorang Abang yang berusaha bertahan hidup untuk menjaga kedua adiknya yang selalu mendapatkan kekerasan dari sang papa bagaimana bisa seorang abang yang rela dipukul dan di cambuk hanya untuk melindungi kedua adiknya mereka bertiga melewati pahitnya dunia tanpa seorang pun yang mau menerima mereka Sang Mama yang berjanji akan kembali membawa mereka nyatanya semua hanya omong kosong " Kita adalah makhluk yang suka menyalahkan dari luar, tidak menyadari jika sebenarnya asal dari masalah datang adalah dari dalam " - Darmaga Arbinta Darmaga Arbinta seorang kaka yang sangat berjasa ia rela menjadi robot untuk sang papa agar papa mereka tidak menyakiti kedua adiknya " Aku juga seorang manusia biasa yang juga merasakan lelah dan butuh kebebasan " - Darmaga Arbinta * * * * AYO SEMUAA BACA CERITA INI AYO DUKUNG SAMPAI END'
All Rights Reserved
#787
laut
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit Biru [END]
  • Sangkar si Biru [On Going]
  • He's My Best Friend [END]
  • Nathalea
  • BOBOIBOY : ANGKARA LAIN
  • ELZEAN [On Going]
  • Dyara Dan Kisahnya [End]
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • 𝒅 𝒂 𝒌 𝒔 𝒂

Sinopsis : Biru mencoba melambai-lambaikan tangannya tepat di hadapannya tapi hasilnya tetap sama. Tatapan yang sama. Raga yang diam. Pikiran yang kelayapan. Jiwa yang dipenuhi kerinduan. Laila tersadar dari lamunannya, saat wajah Biru tepat berada di hadapannya. "Apakah kau menyukai langit biru?" "Sampai-sampai apapun yang ada di sekitarmu kau begitu tidak peduli" "Menurutmu, apa yang indah dari langit biru?" ucap Biru pada Laila yang kini tengah menatapnya. Laila tidak mengucap sepatah kata pun. Ia berusaha untuk berdiri dari duduknya. Dan ia sama sekali tidak berpikir untuk menjawab pertanyaan beruntun yang terucap dari mulut Biru. Tak lama dari itu, pandangannya berubah menjadi kabur. Langit biru tidak lagi terlihat. Yang ada hanyalah ruangan dingin yang begitu gelap. Laila pingsan di hadapan Biru. __________________ Tiga per dua diperoleh dari kesadaranku. Sisanya hanyalah angan tentang kenangan. ~Laila Buktinya, kamu sama sekali tidak bisa melepaskan ingatan tentang kenangan itu bukan? Ya, ia abadi dalam hati ~Maria Apa yang indah dari langit biru??? ~ Biru

More details
WpActionLinkContent Guidelines