Don't Call Me Saintess

Don't Call Me Saintess

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 26, 2024
TERINSPIRASI DARI KARAKTER "YONA WHITEFALL" DALAM MANHWA "BEWARE OF THE VILLAINESS" Antonietta Mervyn, putri terakhir keluarga Marquess Mervyn. Bangsawan yang bangkrut karna kebodohan sang kepala keluarga yang tidak lain adalah ayah dari Antonietta. "Dewa bedebah" itulah yang dipikirkan Antonietta saat pertama kali mengetahui dia akan diangkat menjadi Saintess selanjutnya Kakak laki-laki Antonietta meninggal dalam perjalanan menuju ibu kota setelah sekian lama belajar di kerajaan tetangga. Sedangkan kakak perempuan Antonietta malah bunuh diri setelah tau dia akan dinikahkan secara paksa oleh ayah-bodoh mereka. Sekarang hanya tersisa Antonietta yang di kirim ke Kuil agar diberikan pelatihan menjadi Saintess selanjutnya. Antonietta yang mengetahui hal itu berusaha segala cara agar tidak menjadi Saintess yang di pilih oleh 'Dewa'. Sayangnya, takdir berkehendak lain. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Baca terus novel ini yaaa!!! Note: Update sesuai mood, menikmati hidup tanpa deadline~
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THE PRINCESS ANTAGONIS [How about me?]
  • His Secret • JoongHwa
  • TVSL - The Villainess's Second Life
  • "The Villainess Doesn't Wanna be Here" [✓]
  • HEART OF FIRE [End]
  • Husband In Second Life ✓
  • The Protagonis Became a Villain
  • The Vermilion Primrose [END]
  • Second Life Changes Everything
  • Mate

NO PLAGIAT‼️ Pernah nggak sih kebayang, hidupmu yang biasa-biasa aja tiba-tiba berubah total? Itulah yang dialami Queenza, atau yang lebih sering dipanggil Zaza, seorang cewek bar-bar yang nggak pernah takut buat bilang apa yang ada di pikirannya. Semua gara-gara hal yang super nggak masuk akal-sebungkus garam. Yup, garam. Si bumbu dapur itu. Awalnya Zaza cuma menjalani harinya kayak biasa, sampai dia tembus ke dimensi lain dan mendapati dirinya berdiri di tengah kerajaan megah yang kayak cuma ada di film-film. Pilar-pilar tinggi berukir, karpet merah yang empuk banget, dan orang-orang berpakaian super mewah. Tapi... tunggu dulu. Kenapa tatapan mereka semua kayak nggak suka sama dia? Oh, ternyata... Zaza adalah tokoh antagonis. Bukan ratu yang bijaksana. Bukan putri yang cantik dan dicintai. Tokoh antagonis. Sosok yang ditakuti, bahkan mungkin dibenci seantero kerajaan. Buat Zaza, ini jelas nggak masuk akal. Dia bahkan nggak tahu cara bersikap anggun atau bicara dengan nada sopan. Jalan aja masih suka nginjek kain gaunnya sendiri. Tapi Zaza nggak punya waktu buat mikirin itu. Dunia ini penuh drama-perebutan kekuasaan, sihir, dan rahasia-rahasia kerajaan-dan Zaza unggak mau jadi pecundang. "Kalau aku memang antagonis," pikir Zaza, "ya sudah. Tapi biarkan aku jadi antagonis yang menulis ceritanya sendiri." Dengan sikapnya yang ceplas-ceplos dan tekad sebesar istana, Zaza mulai mengubah jalan ceritanya. Karena menurut dia, semua orang punya hak buat menentukan akhir kisahnya sendiri, bahkan si tokoh antagonis sekalipun. Mau tahu gimana caranya Zaza bertahan di dunia yang nggak kenal kompromi ini? Masukin aja ke perpustakaan kalian! Siap-siap buat hanyut dalam kisah yang penuh sihir, konflik kerajaan, dan kekacauan yang cuma bisa dilakukan oleh Queenza. Dan percaya deh, ini baru permulaan. Jangan lupa! Vote author, biar author rajin nulisnya, jangan lupa komen juga, Author menerima kritik dan saran 🙂 Terimakasih 👋🏻

More details
WpActionLinkContent Guidelines