AsheAngga
  • WpView
    LECTURAS 56
  • WpVote
    Votos 8
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, mar 7, 2024
WpInfo
Fanfic
RWBY
"Besok aku akan pergi ke Amerika. Ada masalah disana apa aku boleh pergi?" Tanya Angga. Ashea mengerutkan kening nya lalu tak lama kemudian ia mengangguk. "Tentu saja boleh. Memang kamu berapa hari disana" "Sekitar tiga hari aku baru bisa kembali tetapi jika masalah nya bertambah mungkin akan lebih lama aku berada disana. Jaga dirimu baik-baik jika aku sedang pergi karena aku tak bisa menjagamu dari dekat. Oh ya, aku sudah memerintahkan tangan kanan ku untuk menjaga mu dari dekat mungkin besok dia akan sekolah di galaksi. Namanya Diana rosella" jelas Angga panjang lebar pada Ashea agar ia mengerti. "Humm baiklah aku mengerti. Kamu juga jaga diri baik-baik jangan sampai ke goda sama cewe-cewe yang ada disana!" Ucap Ashea memicing kan matanya menatap Angga. "Hey, tenanglah sayang. Aku hanya mencintai mu kau juga tau itu bukan" Angga mengucapkan nya dengan nada memelas. "Halah bohong! Kemarin pacar teman ku juga mengatakan seperti itu tetapi nyatanya tadi pagi mereka putus karena cowo nya ketahuan selingkuh sama kakel" Ashea menatap sengit Angga yang kini menarik nya agar duduk di kursi yang telah disediakan. "Teman mu yang mana hm? Aku berbeda dari pacar temanmu itu. Aku orangnya setia hanya pada Ashea seorang" Angga mengedipkan sebelah matanya genit pada Ashea yang kini terkekeh melihat tingkah nya. "Gisel. Berarti jika kamu tidak berpacaran dengan ku dan berpacaran dengan orang lain kamu mau selingkuh gitu?" Ashea kembali terkekeh. "Ya. Karena aku hanya mencintai ASHEA VALERRY"
(CC) Atribución No Comercial. Compartir Igual
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • Cool Senior [SUDAH TERBIT]
  • Kevano Lebanon's
  • When Two Hearts Collide
  • [MTS 1] More Than Possessive [Sudah Terbit]
  • Dia Anggana.
  • Terjerat obsesi Yandere
  • My possesive boyfriend
  • I can not
  • Langit Yang Merenggut Cinta

Baca DeKaNa terlebih dahulu, ini S2 nya DeKaNa🔥 "M-maksudnya apa?" Ekspresi wajah yang semula terlihat senang berganti menjadi rawut wajah yang amat tidak disukai, seolah perubahan mimik wajah mempengaruhi suasana hati sang pemilik Perlahan sudut bibirnya ketarik ke pinggir membentuk lekungan senyuman yang terlihat menyeramkan bagi remaja yang berdiri di hadapannya, bahkan bola matanya terlihat bergetar melihat apa yang tengah terjadi di hadapannya. "Hanya seminggu" Kakinya perlahan melangkah mendekati remaja yang sudah membeku di tempat itu, mengayunkan tangannya untuk mengusap puncak kepala yang lebih muda "Sayang sekali, Khai nggak panggil Ayah-" Plak Ia menatap tangannya kemudian menatap anak yang lebih muda di hadapannya dengan alis mata terangkat, berani, sangat berani "L-lo gila" "Lo bawa gue kemana hah anjing?" Ia memejamkan matanya, sudah seminggu ini hatinya berbunga-bunga, namun sekarang api neraka kembali membakar hatinya mendengar lontaran perkataan dari anak muda yang ada di hadapannya. Srett "Kenapa lo diam aja hah?, jawab!, lo bawa kemana gue hah?" Teriaknya dengan nafas tersenggal-senggal karena perasaan marah. Ia kembali tersenyum, mencoba mengusap puncak kepala itu namun tepisan kembali dirinya dapat, oke cukup, ia sudah sangat sabar kali ini, "Askar ternyata nggak guna" Perlahan kaki itu mendekati remaja itu, lalu mengusap paksa kepala itu dengan kuat, dan dalam sekali tarikan ia berhasil membuat tulang tengkorak itu bersentuhan kasar dengan dinding rumah kokoh miliknya "Lo manja banget ya Kai, semua harus gue yang turun tangan" Ucapnya sembari menyeringai melihat ekspresi wajah Kaivan yang terlihat kesakitan sekaligus marah karena tidak bisa melawan.Tubuh itu jatuh telentang di lantai, dan tanpa belas kasihnya, ia menaruh telapak kakinya di atas dada Kaivan yang seketika membuat anak itu meringis sakit karena tak mampu menahan rasa sakit lagi "A-abang" "Kalau udah kek gini, baru manis diliat" 19 April 25

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido