We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Er Himmel

Er Himmel

  • WpView
    Reads 166
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Sun, Jan 28, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
seperti namanya, ini tentang aku yang penuh dengan kesedihan, hujan dan air mata. Hujan yang selalu mengingatkan bahwa aku selalu sendiri, dan terbuang. Nafasnya berhembus panjang dan berat. Ditatapnya kue coklat itu. "Bosen ya lihat lilinya yang tetap sama setiap tahun. Tapi mau gimana lagi. Lilinya disesuaikan dengan masa kamu di bumi yang hanya sampai 22 tahun. Makanya jangan logout. Biar lilinya nambah" Ucapnya bercanda-mencoba menghibur diri sendiri agar tidak menangis.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TIME will TELL {On Going}
  • Keluarga Yama
  • READER VS TUJUH BOBOIBOY
  • Cause We are Family
  • Constellations From The Room
  • Korban silaturahmi [TAMAT]
  • pesan terakhir { azka }
  • 𝐃𝐈𝐀𝐍𝐓𝐀𝐑𝐀 𝐊𝐄𝐁𝐄𝐍𝐂𝐈𝐀𝐍 [✓]
  • Sunshine Becomes You [END]

"Selamat Tinggal." Itulah ucapan terakhir yang ia dengar sebelum sebuah benda pipih dan tajam menikam jantungnya. Mata berwarna jingga layaknya api yang berkobar itu menatap kearah sang pelaku yang menatapnya dengan tatapan kosong. "Sialan kau...seandainya saja...kau tidak pernah dilahirkan dan fakta bahwa kau adalah adikku..." "Kiamat ini tidak akan pernah terjadi." Pedang yang ada di tubuhnya ditarik keluar membuatnya tersungkur di lumpur yang sudah digenangi oleh darahnya sendiri. Melihat bahwa lawannya sudah lumpuh si 'adik' itu pun pergi meninggalkan si 'kakak' menghembuskan napasnya untuk terakhir kalinya. ■□■□■□■□ Mata jingga itu terbuka lagi, kini di depannya ada sebuah jam besar yang jarum jamnya tidak berdetak sama sekali. "Apa yang akan kau pilih, nak? Menyerah dan mati disini atau mengulang kembali waktu yang telah kau sia-siakan?" "Kembalikan aku agar aku bisa menebus kesalahanku yang dulu." "Senang mendengarnya~" □■□■□■□■ Apakah anak itu bisa melakukan perjalanannya? Rintangan apa yang akan ia lalui selama melakukannya? Hanya waktu yang akan menjelaskannya nanti. ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||| Karakter di cerita ini milik @Monsta. Dan video+gambar yang aku cantum bukan milikku. Aku hanya meminjamnya. Maaf jika ada kesalahan kata atau kekurangan. Silahkan berikan kritik dan saran untuk membantu meningkatkan kualitas novel ini. ♡Selamat Membaca♡

More details
WpActionLinkContent Guidelines