Er Himmel
  • WpView
    Reads 165
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Sun, Jan 28, 2024
seperti namanya, ini tentang aku yang penuh dengan kesedihan, hujan dan air mata. Hujan yang selalu mengingatkan bahwa aku selalu sendiri, dan terbuang. Nafasnya berhembus panjang dan berat. Ditatapnya kue coklat itu. "Bosen ya lihat lilinya yang tetap sama setiap tahun. Tapi mau gimana lagi. Lilinya disesuaikan dengan masa kamu di bumi yang hanya sampai 22 tahun. Makanya jangan logout. Biar lilinya nambah" Ucapnya bercanda-mencoba menghibur diri sendiri agar tidak menangis.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BHS
  • pesan terakhir { azka }
  • Cause We are Family
  • Korban silaturahmi [TAMAT]
  • 𝐃𝐈𝐀𝐍𝐓𝐀𝐑𝐀 𝐊𝐄𝐁𝐄𝐍𝐂𝐈𝐀𝐍 [✓]
  • Mengembalikan Ikatan Persaudaraan (End)
  • Sunshine Becomes You [END]
  • Learning in Progress (Boboiboy x Yaya)
  • Apa Salah Ku? [TIDAK DI LANJUTKAN]
  • Halaman Hidupku
BHS

"Setiap manusia pasti punya kecewanya masing-masing, maka hal besar yang wajib dihindari adalah dengan tidak menaruh harapan pada manusia lainnya". "Paham kan sama apa yang Oma bicarakan nduk, le ?". "Rio sih paham Oma, tapi sedikit hehe" sementara Disa hanya mengerjapkan matanya ketika berusaha mencerna nasihat yang Oma nya berikan. "Emmm kalo sekarang sih Disa gak paham Oma, tapi kalo besok besok aja pahamnya gak apa-apa kan ? Disa kan masih kecil Oma, belum pintar kayak bang Rio" "Halah Disa mah pahamnya cuma eskrim mochi Oma, kalo yang kayak ginian otaknya gak bakalan nyampe" "Bang Rio apaan sih, kan emang aku masih kecil mana ngerti yang begituan. Liat nih umur aku tuh masih 7 tahun". Disa menunjukkan jarinya tapi tidak sesuai dia bilang 7 tapi jari yang ditunjukkan ada 8 "Itu delapan peak". Rio hanya bisa memutar bola matanya jengah Oma yang melihat kedua cucunya pun hanya terkekeh "Iyaa kalian memang masih kecil, tapi kan tidak ada salahnya menerima nasihat dari Oma. Mumpung Oma masih ada". Setiap nasihat yang Oma nya berikan memang mengandung kalimat-kalimat bijak dan mungkin lebih cocok untuk orang yang lebih dewasa. Namun tidak menutup kemungkinan jika suatu saat cucunya yang masih kecil-kecil itu akan selalu mengingat nasihat yang diberikannya. Berharap pada manusia memang hal yang harus dihindari.

More details
WpActionLinkContent Guidelines