Bandung tidak pernah benar-benar hangat bagi mereka yang dipaksa dewasa oleh keadaan. Bagi Alfian, Bandung adalah deru motor di jalanan malam dan beban pundak yang tak pernah ia keluhkan. Bagi Narasya, Bandung adalah aroma kopi yang menyamarkan lelah di balik senyum beasiswanya. Arseno melihat Bandung melalui lensa kamera, mencoba membekukan waktu sebelum semuanya hancur lagi. Dan bagi Sean, si bungsu yang sunyi, Bandung adalah rumah yang ia jaga dengan kejujuran tanpa kata. Mereka tidak punya harta, tidak punya nama besar, dan masa depan sering kali terasa seperti kabut di atas Tangkuban Perahu-dingin dan tak pasti. Namun, ketika dunia di luar sana terlalu keras untuk dihadapi, mereka tahu ke mana harus melangkah. Karena seburuk apa pun badai yang turun di kota ini, selalu ada satu meja makan yang menunggu mereka untuk duduk bersama. Karena pada akhirnya, keluarga bukan tentang siapa yang paling kuat menahan beban... melainkan tentang siapa yang menolak untuk pergi saat keadaan menjadi sulit. **** RANK🏅 #1 4brothers [20-03-26] #2 aou [20-03-26] #3 joong [20-03-26] #8 bandung [20-03-26]🎗 #7 familylife [20-04-26] #2 jasper [06-04-26]
Mais detalhes