Age Quod Agis

Age Quod Agis

  • WpView
    Reads 1,051
  • WpVote
    Votes 118
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadComplete Thu, Feb 29, 2024
[ 30 DWC 2024 ] "Lakukan apa yang bisa dilakukan." • • • Tokoh Kemala di sudut utara Pulau Borneo kembali. Serabut-serabut asap tampak jelas, keluar dari kisi-kisi ruang kepalanya. Langkahnya gontai menuju rumah yang ditinggal tanpa lirik-lirik berbulan-bulan lalu. Ketukannya akan melayang. Namun, sebelum pintu merasa sakit, ia keburu terbuka menampilkan sosok tak tervisualisasi mata; hanya pikiranmu yang dapat menatap keindahan paras atau rupa buruknya. Dia Puan Imaji; pujangga bagi kaum tanpa harapan, sekaligus sampah oleh anggota rasional bin realistis. Tanpa mengucap apa-apa, kuali penyihir berisi sari menggelegak tiba di hadap mata. Tanpa berpamitan, selembar kertas nemplok di wajah sang Tokoh Kemala disusul hentakan pintu dan deru ringisan. Bacanya, "TAK TAHU DIRI SEKALI LAGI, SOSOKMU YANG AKAN JADI BAHAN REBUSAN! LAKUKAN YANG BISA KAU LAKUKAN, JANGAN MODAL TAKABUR SAJA!" • • • Adik si "Vivere Militare Est". Lahir dari challenge yang sama. Tumbuh bersama promt yang berbeda. Tujuannya masih tak berubah; sebagai pasak yang menahan sang pemilik lapak agar tak jatuh sampai ke dasar palung kemalasan.
All Rights Reserved
#853
narasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [END]
  • RESURGERE: The Andalas Of Nusan [CH]
  • 𝐎𝐁𝐒𝐄𝐒𝐒𝐈𝐎𝐍 [ 𝚂𝚕𝚘𝚠 𝚄𝚙𝚍𝚊𝚝𝚎 ]
  • OUR PROMISE
  • ENIGMA : The Transmigrasi Boy [END]
  • CAKRA ATMA: 30 Daily Writing Challenge NPC 2019 ― ⌠selesai⌡
  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • ZIARAH(END)

Sebutan wanita rendahan yang orang lain sematkan padanya tak membuat gadis itu menyesali keputusannya. Awalnya ia berpikir demikian, sampai di mana dirinya bertemu dengan sosoknya yang bagai hutan luas. Memberikan kesan tenang diawal, namun menyesatkan saat terlalu jauh melangkah. Perasaan gelisah menghantui seolah pohon-pohon itu siap menelannya dalam keterpurukan saat tak menemukan jalan pulang. Hanya ada hijau, seperti sorot matanya yang begitu dalam. Tak sampai di situ, rentetan kejadian tak terduga yang mengubah hidup dan cara pikirnya membuat Widari menyesali pilihannya. Kata 'andai', hanya sebatas kata yang tak bisa tercapai. Kehilangan orang-orang terkasih membuatnya tersadar, kini hidupnya tak lagi berarti. Keegoisan untuk hidup berdasarkan pilihannya sendiri kini ia sesali. Sosok baru datang. Seorang yang tempat asalnya masih abu-abu, sosok yang tak bisa Widari nilai dengan mudah, punggung lebar yang berdiri di hadapannya, melindunginya tanpa alasan yang jelas, mencoba menerobos masuk tanpa ia beri kesempatan. Hingga akhirnya memilih berakhir, mengakhiri takdir menyedihkan bersamanya dalam keputusasaan dan kehilangan... ____ ____ ● Mungkin terdapat beberapa kesalahan yang tak disadari oleh penulis. ●Semua dalam cerita hanya fiksi semata dan tak ada sangkut pautnya dengan kehidupan asli seseorang. ____ ~JANGAN LUPA MENINGGALKAN JEJAK SETELAH MEMBACA, BERUPA VOTE & KOMEN~ ----- Cerita yang saya buat semata-mata hanya untuk dinikmati dan tidak untuk menyinggung pihak mana pun. Maaf jika ada salah yang tidak saya sengaja ataupun tidak saya ketahui. ----- PERINGATAN! CERITA YANG SAYA BUAT MURNI PEMIKIRAN SAYA SENDIRI. JADI TOLONG JANGAN COPY CERITA INI DENGAN ALASAN APAPUN! PLAGIAT HARAP MENJAUH! ___ NOTE : JIKA TIDAK MENYUKAI WATAK KARAKTER DALAM CERITA INI DIPERSILAHKAN UNTUK BERHENTI MEMBACA ATAU BACA CERITA SAYA YANG LAIN. ____ Publikasi: 15-05-2024 ____ Pictures: Canva & AI

More details
WpActionLinkContent Guidelines