ZION
  • WpView
    Reads 58
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Wed, Feb 14, 2024
BUGH BUGH BUGH PRANG "udah gua bilang jangan pernah ngusik gua sama temen temen gua atau lo akan mati di tangan gua" menarik kencang kerah baju orang tersebut mata merah muka merah keringat yang membasahi muka dan baju cowo tersebut cukup sangat emosi banyak orang yang ada di tempat tua tersebut semua barang lama yang berada di sana pecah semua berantakan orang orang yang berada di rumah tua tersebut memiliki luka luka "CABUT"teriakan cowo tersebut terdengar oleh semua anggota nya mereka semua membenarkan pakaian dan menatap tajam musuny "dan lo udah gua ingatin jangan pernah ngusik gua sama yang lain atau lo akan mati" setelah mengatakan itu cowo tersebut pergi dengan semua anggota nya yang memiliki banyak luka di tangan mereka "gua akan bales lo"batin orang tersebut
All Rights Reserved
#19
tegang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • He's My Best Friend [END]
  • GASENDRA [ON GOING]
  • ALSTARAN [END]
  • THREE GIRLS AND ALL STAR  [REVISI]
  • Alletarez
  • Hidden Heart [END]
  • GILANG ABRAHAM
  • ARETHA LEANDER
  • First Mistake (POST ULANG)

Sudah [Tamat] ⚠️HARAM PLAGIAT" Aku nggak pergi. Aku hanya ada di hati kamu untuk sekarang,besok,dan selamanya," "I love you, Aretha Nararsya. You are the only one and forever." Aretha teringat kembali memorinya dengan Kara dan masih mengingat dengan jelas tatap teduh dari cowok itu. dia tersenyum hangat. Kemudian berkata "I love you Saskara Arkana. You are in my heart for now and forever." Aretha menatap makam itu dengan senyum hangat, lalu dia berdiri kaget melih Alva dengan tatap kosong sambil menarik tangannya memasangkan sesuatu di tangannya. "Dari Kara. Jangan untuk selamanya sampai mendapatkan cinta yang sejati. Simpan baik baik jika telah menemukan cinta itu." "Ayo sekarang kita ke bandara," ajak Alva mengulurkan tangannya pada Aretha. Aretha menerima tangan Alva tanpa sadar air mata itu lolos dari pertahanan kelopak mata Aretha. Semeliar angin menerpa wajah seorang menangis tertahan, dia masuk kedalam mobil matanya masih tertuju pada gundukan tanah itu walaupun mobilnya sudah berjalan jauh. "Aku tunggu kamu kembali dengan versi yang berbeda." _Saskara Arkana Krismantara_

More details
WpActionLinkContent Guidelines