Kumpulan Imaji Sederhana

Kumpulan Imaji Sederhana

  • WpView
    Reads 70
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 14, 2026
Ketika dua sahabat duduk bersandingan umumnya mereka akan saling bertegur sapa dan mengobrol. Akan tetapi tidak pada dua sahabat ini Bilal dan Mira mereka hanya duduk diam di bangku taman, mungkin terlintas dalam pikiran jika mereka saling bertengkar dan tidak menyapa, tapi sebenarnya ada hal lain yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Ini bukan hanya sekedar soal pertengkaran anak remaja, bukan juga soal kata "maaf," akan tetapi lebih kearah "ikhlas."
All Rights Reserved
#988
hampa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bawa Aku Pulang
  • we are?
  • Terlalu rumit
  • Rumah [LENGKAP]
  • FRIENDZONE | ✔
  • D I A M
  • NASKAH DRAMA KOMEDI ROMANTIS (9 ORANG)
  • Sahabat Jadi Cinta
  • Takdir dan lukanya(End)
  • COMPLICATED LOVE #wattys2019

"Keluargamu adalah penyebab dari semua insiden ini, dirimu dan keluarga kesayanganmu hanya mementingkan kepentingan pribadi kalian tanpa memikirkan orang lain, mata kalian sudah dibutakan oleh ketamakan". Emosi Dean sudah tidak tertahankan, air mata keluar membasahi sebagian wajahnya yang lusuh, bersamaan dengan beban pikiran yang selama ini dia hadapi. "Apa yang kau katakan Dean? bukankah kita sudah saling mengenal, kau tau bahwa aku tak seperti itu" "Diam, kau tau? kau tak pantas untuk berbicara padaku, bahkan setelah semua hal yang sudah aku lakukan untukmu, ini yang kau lakukan untuk membalasku?". Dean memalingkan mukanya, dia tidak tahan melihat muka meminta belas kasihan perempuan di depannya. Dean langsung berbalik badan dan pergi meninggalkan perempuan itu sendirian tanpa menoleh ke belakang sedikit pun. Hujan yang awalnya hanya mengeluarkan rintik rintik airnya, tiba tiba seakan-akan mengeluarkan badai yang menggilas semua hal yang dilewatinya. Sesosok perempuan duduk termenung di tengah hutan, sedang menangisi apa yang baru saja menimpanya barusan. "Tidak tidak, aku tidak boleh seperti ini, aku harus memperbaiki semuanya, aku tidak sendirian, Dean pasti akan kembali padaku, semoga saja".

More details
WpActionLinkContent Guidelines