Perempuan tak kasat mata itu tiba-tiba saja sudah ada di kota antah berantah. Ia tidak tau kenapa ia bisa ada di sana. Mati di sanakah dirinya? Rumahnya ada di kota inikah? Semua memori dalam otaknya lenyap kecuali namanya. Delia, begitu ingatnya.
Tidak ada yang bisa melihat Delia selain para poci dan mbak kun. Hingga malam itu tiba. Ariyan Kiel melihatnya. Hanya dia manusia yang bisa melihatnya. Iya, hanya dia.
Dengan sedikit banyak paksaan, Delia berhasil membuat Aryan bersedia membantunya. Berdua, mereka mulai mencari jejak-jejak kehidupan Delia yang tidak gadis itu ingat.
Lalu pertanyaan itu akhirnya keluar.
"Kenapa kamu? Kenapa kamu uang bisa melihatku?"
Delia tidak tahu kalau Aryan pun menyimpan pertanyaan serupa. "Kenapa kamu? Kenapa hanya kamu arwah yang bisa kulihat?"
🎖️#6 delia
Kaila hanya menginginkan ketenangan di sekolah barunya, terlepas dari takdirnya yang dapat melihat makhluk tak kasat. Namun, bagaimanapun Kaila berusaha mengabaikannya, Jean-sang cowok hits sekolah-dan nyawa-nyawa yang terancam lainnya membuat Kaila harus terjun di tengah-tengah misteri kutukan yang meminta tumbal.
***
Ketika ibunya mendapatkan pekerjaan di kota sebagai asisten rumah tangga dan majikan ibunya menawari Kaila kesempatan untuk bersekolah di sekolah bagus tanpa memikirkan biaya, ada perasaan mengganjal yang dirasakan Kaila sebagai gadis indigo. Tak lama, Kaila mendapati sekolah barunya merupakan rumah sakit yang penuh sesak dengan makhluk tak kasat mata yang ingin dia jauhi. Namun, kenyataan tidak berjalan seperti keinginannya ketika sosok hantu menuntut bantuannya, belum lagi Jean-sang cowok hits sekolah-yang ingin mengakrabkan diri mengundang lirikan tidak suka dari gadis-gadis yang mengaguminya. Sialnya, sebuah kutukan yang sempat Kaila jumpai seakan mengikutinya dan mulai menuntut bayaran nyawa, termasuk nyawa Jean. Kaila memutuskan dia tidak bisa lagi memalingkan muka, tetapi bagaimana jika rahasianya terbongkar?