Marvel untuk Azalea

Marvel untuk Azalea

  • WpView
    Reads 139
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 28, 2024
Ini bukan kisah anak remaja yang tengah jatuh cinta, ini kisah remaja yang memiliki penderitaan masing masing, tentang Trauma yang di miliki sepasang remaja, tentang air mata yang menjadi saksi, dan tentang sesaknya dada saat menghadapi dunia yang kejam. Kenakalan hanya cover semata untuk menyembunyikan Luka, diamnya mereka adalah cara terbaik, dan senyuman mereka adalah jawaban terbaik dari luka yang mereka dapatkan. Ini tentang Marvel, si anak nakal yang sangat membenci hujan. Lalu, tentang Azalea, si gadis pendiam yang begitu menyukai hujan. Pertemuan mereka tidak pernah ada yang tahu, tiba tiba mereka bertemu dalam satu waktu. "Lo udah masuk kedalam perangkap gue! jadi jangan harap lo bisa keluar dari penjara yang gue ciptakan!" _Marvelzo Gevariel Ardya_ "Lo bebas kalau mau nyakitin gue Marvel, penderitaan adalah teman sejati gue! gue gak pernah takut buat ngadepin penderitaan selanjutnya, termasuk dari lo." _Azalea_ o0oo0o0o0o0o0o "Mau bahagia sama gue, Azalea?" "Tidak, pergi cari kebahagiaan sendiri, hadirnya hidup gue tidak akan buat hidup lo aman dari penderitaan." "Tidak Azalea, gue sanggup menderita jika sama lo, mari kita cari kebahagiaan kita bersama. Gue berharap penuh sama lo!" "Jangan terlalu berharap sama manusia, Marvel. Berharap pada manusia adalah racun yang mematikan."
All Rights Reserved
#916
marvel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DANADYAKSA
  • AURORA
  • Silence In Their Minds
  • Game of Hearts [REVISI]
  • KEPERGIAN SENJA
  •  ANATHA
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • Aksara Nifa [End]
  • Sudut Luka Nazea
  • Mencari Cinta Sejati (END)

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines