TRANSMIGRASI: Terpaksa Menjadi Pelayan Badboy Sinting

TRANSMIGRASI: Terpaksa Menjadi Pelayan Badboy Sinting

  • WpView
    LECTURAS 69
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, ene 23, 2024
WpInfo
Ficción
Romance
"Jilat kaki gue." Arlo, yang kini duduk bersilang kaki, berkata dengan suara malas. "M-maaf?" Kuangkat kepala, menatapnya tak mengerti. "Lo habis numpahin makanan ke sepatu mahal gue dan tadi bilang mau ngejilat sepatu gue buat ngebersihinnya, kan? Sekarang, jilat kaki gue." "T-tunggu sebentar. Aku bersedia menjilat sepatumu, tapi kenapa jadi... kaki?" Tatapanku kembali terarah ke remaja nomor satu di sekolah itu dengan bingung. Arlo sedikit membungkuk, meraih daguku dengan ujung jari sambil tersenyum dingin. "Jilat, atau jari tangan lo gue patahin satu?" Tatapannya terarah ke jari tanganku. Aku yang sangat paham kegilaan Arlo, segera berteriak dengan ketakutan. "A-aku akan menjilatnya sekarang!" "Ya," jawab Arlo, menaruh kakinya di pangkuanku dengan tangan bersilang di dada. Aku tak punya pilihan lain kecuali mengangkat kakinya dan dengan mata terpejam mulai menjilat ujung jari Arlo. "Hmm, gue pikir lagi, lo cocok juga jadi anjing gue." Arlo tiba-tiba mengatakan hal itu setelah aku menjilat satu jari kakinya dengan patuh. "Haha, terima kasih. Jabatan itu terlalu tinggi buatku, jadi tolong—" "Apa anjing bisa bicara? Menggonggong sekarang, Valrose," potong Arlo dengan suara dingin sehingga aku reflek langsung bersuara. "Guk." Arlo tertawa terbahak-bahak, lalu menepuk puncak kepalaku. "Kerja bagus, anjingku yang cantik. Mulai hari ini, lo jadi anjing dan pelayan pribadi gue. Ngerti?" Aku tidak tahu harus bereaksi bagaimana, tapi yang pasti, aku benar-benar ingin lepas dari remaja berengsek ini! *** Tidak tahu awalnya bagaimana, aku tiba-tiba masuk ke dalam novel populer tentang badboy kaya yang tergila-gila pada seorang murid biasa. Peranku di sini hanyalah seorang figuran lewat yang bahkan tak disebutkan dalam novel. Aku berencana menghabiskan hari dengan tenang sambil menyaksikan isi novel di depanku. Namun, situasi tiba-tiba berbalik, aku, yang awalnya hanya figuran tanpa nama, kini menjadi incaran pemeran utama: Arlo!
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • After J (Complete)
  • DI BALIK LAYAR The King: Eternal Monarch
  • My Friend Is My Strength
  • HTS (Hubungan Tentang Status)
  • D O M I N A N || RUPHA
  • East sky first love
  • Sejarah Kita
  • Sweetie Pie Corner

Note: mengandung kata kata kasar dan adegan yang cukup kasar juga. "Masih cantik juga Lo, tidur berapa tahun? Huh?" Tanyanya, lagi-lagi Jingga menghardik tangan cowok itu. Mata Jingga tertuju kebelakang tribun dimana masih ada Alfa yang tengah meninju seorang cowok berkacamata, Jingga tak kenal cowok berkacamata itu, mungkin dia berbuat masalah dengan dua iblis itu. "Gue ngomong sama elo! Liat gue!" Bentak Juna. Sontak, Jingga langsung menatap Juna dengan nafas yang mulai memburu. Lagi, Juna tersenyum miring lalu berdecak "Bangun!" Perintahnya sebari ia bangkit dari jongkoknya. Jingga meremas pinggiran roknya takut tanpa mau menuruti perintah Juna, membuat cowok tuh bertambah marah "Bangun anjing!" Bentak Juna. Gadis mungil itu perlahan bangkit, belum tegak ia berdiri sebuah tangan milik Juna mencekik lehernya membuat oksigen yang masuk maupun akan keluar begitu sesak. Jingga memukul-mukul lengan Juna dengan kedua tangannya "Kak, le-pa-sin" ucap Jingga susah payah. Bukannya melepaskan, Juna malah mengunakan kedua tangannya untuk mencekik leher Jingga membuat gadis itu bertambah lemas.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido