Story cover for TRANSMIGRASI: Terpaksa Menjadi Pelayan Badboy Sinting by Racearion95
TRANSMIGRASI: Terpaksa Menjadi Pelayan Badboy Sinting
  • WpView
    Reads 64
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 64
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Jan 23, 2024
"Jilat kaki gue."

Arlo, yang kini duduk bersilang kaki, berkata dengan suara malas. 

"M-maaf?"

Kuangkat kepala, menatapnya tak mengerti. 

"Lo habis numpahin makanan ke sepatu mahal gue dan tadi bilang mau ngejilat sepatu gue buat ngebersihinnya, kan? Sekarang, jilat kaki gue."

"T-tunggu sebentar. Aku bersedia menjilat sepatumu, tapi kenapa jadi... kaki?"

Tatapanku kembali terarah ke remaja nomor satu di sekolah itu dengan bingung. 

Arlo sedikit membungkuk, meraih daguku dengan ujung jari sambil tersenyum dingin. 

"Jilat, atau jari tangan lo gue patahin satu?"

Tatapannya terarah ke jari tanganku. Aku yang sangat paham kegilaan Arlo, segera berteriak dengan ketakutan. 

"A-aku akan menjilatnya sekarang!"

"Ya," jawab Arlo, menaruh kakinya di pangkuanku dengan tangan bersilang di dada. 

Aku tak punya pilihan lain kecuali mengangkat kakinya dan dengan mata terpejam mulai menjilat ujung jari Arlo. 

"Hmm, gue pikir lagi, lo cocok juga jadi anjing gue."

Arlo tiba-tiba mengatakan hal itu setelah aku menjilat satu jari kakinya dengan patuh. 

"Haha, terima kasih. Jabatan itu terlalu tinggi buatku, jadi tolong—"

"Apa anjing bisa bicara? Menggonggong sekarang, Valrose," potong Arlo dengan suara dingin sehingga aku reflek langsung bersuara. 

"Guk."

Arlo tertawa terbahak-bahak, lalu menepuk puncak kepalaku. 

"Kerja bagus, anjingku yang cantik. Mulai hari ini, lo jadi anjing dan pelayan pribadi gue. Ngerti?"

Aku tidak tahu harus bereaksi bagaimana, tapi yang pasti, aku benar-benar ingin lepas dari remaja berengsek ini! 

***

Tidak tahu awalnya bagaimana, aku tiba-tiba masuk ke dalam novel populer tentang badboy kaya yang tergila-gila pada seorang murid biasa. 

Peranku di sini hanyalah seorang figuran lewat yang bahkan tak disebutkan dalam novel. Aku berencana menghabiskan hari dengan tenang sambil menyaksikan isi novel di depanku. 

Namun, situasi tiba-tiba berbalik, aku, yang awalnya hanya figuran tanpa nama, kini menjadi incaran pemeran utama: Arlo! 


All Rights Reserved
Sign up to add TRANSMIGRASI: Terpaksa Menjadi Pelayan Badboy Sinting to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
BarraKilla by novaadhita
64 parts Complete
LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!
East sky first love by ernaberliana
24 parts Complete
Bagaimana jadinya jika kau terus diganggu oleh pangeran es sekolah mu? "AAKKHHH KANE KAU SANGAT TAMPAN" teriak antusias para penggemar nya Ia bahkan disukai oleh seluruh wanita disekolah ini. Ya kecuali aku dan ketiga temanku "Bisa Lo minggir sekarang!" Ujar kane dingin Itu adalah kata yang paling ku ingat saat pertama kali aku bertemu dengannya disekolah. Raut wajah yang tak bersahabat itu menusuk hingga ke jantungku. Lalu hingga saat dia duduk dibelakang ku... Duk...Duk...ia terus menendang bangkuku dari belakang "Kane!" Omelku menatapnya tajam dan segera kembali menghadap depan "Lo gak nanggepin gua cewek meja depan" ujarnya 'ngapain gua nanggepin Lo. Lo aja gak bisa inget nama gua dengan benar!' batinku "kalo diajak ngomong itu liat orangnya chubby!" Tambahnya lagi Aku pun menoleh kearahnya mendapati dirinya tengah tersenyum miring sangat menyebalkan kepada ku "Siapa cewek itu?, Dia terus aja Deket Deket sama pangeran kita" cetus seseorang menatap kami tak suka 'mampus gua. bisa jadi pepes gua sama fansnya Kane pulang sekolah nanti' batin ana Inilah kisah ku saat aku baru saja menginjakkan kakiku di sekolah SMA. Dan aku harus menghadapi salah satu pangeran sekolah yang bernama Kane Atharrazka. Lebih tepatnya dialah ketuanya. Cowok paling dingin seantero sekolah tapi sering membuatku pusing kepala. Apa benar orang ini dingin? . . . . 💬Pesan untuk para Reader's Hai guys. Akhirnya setelah 3 bulan aku mengerjakan novel ini 😭 aku bisa di up juga di wattpad. Semoga kalian suka sama ceritanya ya dan maafin Erna ya kalo ada kalimat atau kata yang kurang berkenan dihati para Reader's. Soalnya ini novel pertama aku. Jadi tolong dimaklumi ya Reader's yg baik hati 😘. Aku juga pasti bakal terus mengasah dan belajar lagi untuk memperbaiki kesalahannya😊 Dan jangan lupa untuk dukung aku dengan vote, coment, dan bagikan ya. Terima kasih ❤️❤️❤️😘🥰
HTS (Hubungan Tentang Status) by Dilandita
28 parts Complete
"Lo percaya hubungan tanpa status nggak?" Ara menatap Ale dengan heran, "Kenapa tiba-tiba lo nanya begitu?" "Gue pengen tau aja pendapat lo." "Kalau gue rasa sih nggak bakal ada manusia yang mau menjalani hubungan tanpa status. Kalaupun awalnya dia nerima, pasti lama kelamaan dia bakal nuntut sebuah kata yang disebut 'status' itu sendiri." Ale hanya mangut-mangut mendengar jawaban Ara. Lalu, sebuah ide muncul dikepalanya. "Kita coba yuk?" "Coba apaan?" Tanya Ara heran. "Coba HTS-an." "Nope, lo gila ya?" "Lo takut ya Ra?" Tantang Ale. "Siapa bilang gue takut? Gue cuma males ngikutin permainan gila lo itu." "Ayolah Ra. Lagian ini efektif." "Efektif apaan?" "Efektif menjauhkan makhluk-makhluk yang bernama cewek dari pandangan gue." "Lah gue kan cewek?" "Kecuali lo, Kiara Nabila." Ujar Ale. "Lagian ada keuntungannya buat lo." "Apa keuntungannya?" "Lo nggak perlu ngelabrak lagi cewek-cewek yang ada hati sama gue." "Deal." Ucap Ara tanpa pikir panjang. Begitulah 'permainan' itu dimulai. Tetapi mereka lupa, siapa yang bermain api maka harus siap juga untuk terbakar. Yeaaaaay.. Cerita kedua dimulaaaaiiiiiii.. Kali ini ada Ara dan Ale, si duo bersahabat yang bertolak belakang sedang memulai cerita mereka. Mari dibaca, comment, dan vote yaaa.. Salam Sayang, Dilandita Note: Jangan menambah dosa dengan mengcopy paste dan meremake hasil karya penulis. Cover diambil dari Pinterest, jadi jika ada kesamaan dalam cover mohon dimaafkan, namanya juga dunia maya. Terima kasih.
Amor Eterno  by Sa_ra_da22_620Nakata
4 parts Complete
"Lo mau hubungan kita jadi kayak apa, Harlen?" Qila menghentakkan tangan pria itu, lalu menoleh cepat dengan sorot mata tajam. Suaranya bergetar-bukan karena takut, tapi karena menahan amarah yang sudah terlalu lama disimpan. "Aku... aku pengin hubungan kita jadi lebih serius," jawab Harlen pelan, nadanya seperti memohon. "Serius?" Qila tertawa miris. "Serius kayak gimana? Kayak lo yang tiba-tiba udah punya tunangan tanpa bilang apa-apa ke gue?" Harlen terdiam, tak sanggup membalas. "Atau lo mau gue jadi simpanan, gitu? Tapi sayangnya, Harlen, gue bukan cewek murahan kayak gitu," lanjut Qila sambil memutar bola matanya, malas sekali menatap wajah pria di hadapannya. "Bukan gitu maksud gue..." Harlen mencoba meraih tangan Qila lagi, tapi kali ini pun langsung ditepis. "Gue capek dengar omongan lo yang manis-manis tapi ujung-ujungnya nyakitin. Lo bilang pengin serius? Lo bilang pengin perkenalin gue ke orang tua lo? Please, Harlen. Udah telat." "Qila, tolong dengerin dulu..." "Cukup." Qila menarik napas dalam-dalam, menahan emosi yang hampir meledak. "Ini terakhir kalinya kita ketemu. Setelah ini, gak akan ada lagi 'kita'. Gak sengaja ketemu pun, gue harap itu gak akan pernah kejadian. Gue muak liat muka lo." Langkahnya cepat, pergi meninggalkan Harlen yang masih berdiri mematung di tempat. Tapi Harlen belum menyerah. "Qila! Tunggu, dengerin dulu!" Namun Qila tetap berjalan, masuk ke dalam taksi yang sudah menunggunya di pinggir jalan. "Jalan, Pak," ucapnya pada sopir. Taksi pun mulai melaju. Dari kaca belakang, bayangan Harlen terlihat masih mengejarnya, berteriak, memanggil namanya. "QILAAAA!" Tapi Qila tak menoleh. Tatapannya lurus ke depan, seolah tak ada apa pun di belakang yang layak dilihat kembali. Dalam hati, ia berbisik, Maaf, Harlen... tapi kali ini aku benar-benar udah gak sanggup.
DI BALIK LAYAR The King: Eternal Monarch by veonnie101
9 parts Complete
Diterjemahkan dari "BEHIND THE KING: ETERNAL MONARCH" karya zakilou Mereka berdiri di lorong kecil, dikelilingi sepatu-sepatu yang tersebar di lantai kayu dan jaket-jaket yang tergantung di dinding. Go Eun menunggu Min Ho memasang sepatunya. Sekarang Min Ho jadi bertambah tinggi. "Pulang dulu ya." kata Min Ho sambil tersenyum lebih lebar lagi, namun tetap berdiri diam. "Pulang gih." Go Eun tertawa kecil. "Aku serius ini, kenapa kamu malah ketawa?" Min Ho ikut tertawa. "Sunbae juga ketawa!" Go Eun menunjuk wajah Min Ho dan Min Ho meraih pergelangan tangan Go Eun. Mereka berdua tertawa di lorong itu, dikelilingi sepatu di lantai dan jaket di dinding. Min Ho memegang pergelangan tangan Go Eun, dengan lembut tapi penuh arti. "Go Eun-a?" Min Ho memanggil, masih dengan nada jahil namun terdengar lebih serius. "Mhm?" Go Eun memandang Min Ho, masih meresapi energi dari candaan mereka dan jari-jari Min Ho yang memegang erat pergelangan tangannya. "Boleh aku peluk kamu?" Min Ho bertanya, suaranya terdengar berat. Tiba-tiba Go Eun menyadari beratnya senyum Min Ho. Menyadari kegugupan di balik eratnya pegangan jari-jari Min Ho. Ia mengerti maksud hati Min Ho dari matanya yang tampak berbinar. Min Ho menelan ludah, kerongkongannya terasa kering. Go Eun menyadari semuanya itu secara sekaligus dan wajahnya menjadi netral, tidak lagi tersenyum. -------------------------------------------------------------------------------- Kisah ini diterjemahkan dari cerita karya Zakilou berjudul "Behind The King: Eternal Monarch", tentunya dengan izin dari penulisnya. Salah satu fanfic TKEM pertama yang aku baca dan aku suka banget sama gaya berceritanya. Saking sukanya, aku jadi pengen berbagi sama sesama shipper MinGo dari Indonesia. Kalau pada suka, pls vote, comment dan share ya supaya aku lebih semangat lagi untuk melanjutkan. Selamat membaca :) Zakilou, thank you for giving me permission to translate this beautiful story. I hope my words do it justice.
You may also like
Slide 1 of 8
BarraKilla cover
East sky first love cover
Semua Tentang Kita cover
ARKAN |END| Belum Revisi cover
HTS (Hubungan Tentang Status) cover
Amor Eterno  cover
DI BALIK LAYAR The King: Eternal Monarch cover
Sweetie Pie Corner cover

BarraKilla

64 parts Complete

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!