Fomalhaut - (Di)saster

Fomalhaut - (Di)saster

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 26, 2024
"Tidak ada yang tahu bagaimana kedepannya. Namun setidaknya, semoga tidak menjadi lebih buruk dari sekarang." . . . Krisis melanda bumi menjadikan peradaban runtuh sedikit demi sedikit. Sebuah infeksi virus semakin menipiskan populasi yang semula membludak. Alam pun kehilangan kepercayaan akibat tangan-tangan egois, serta hampir tak ada tempat aman. Mereka yang bertahan hanya mampu untuk menjaga diri seumur hidupnya. Namun, sampai kapankah semua akan berlanjut dan apakah akan selalu sama seperti itu saja tanpa perubahan? "Apapun yang terjadi, tetaplah hidup."
All Rights Reserved
#110
disaster
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BIOPOCALYPSE : Extinction
  • END OF THE WORLD || ☢️SEGERA TERBIT☢️
  • Must I Go Out to Survive This? (Tanaka Part 0)
  • menyelamatkan Sang protagonis
  • End Of The World
  • Offered Child
  • NEW WORLD "The definition of the world has fallen"
  • Prisoner

Selamat datang di abad post-pandemic. Inilah dunia 20 Tahun kemudian setelah wabah. Selama dekade terakhir, bumi menjadi rumah yang tak nyaman oleh keserakahan dan kesombongan umat manusia. Laut dipenuhi sampah dan minyak, hutan menjadi kering, dan makhluk hidup terus punah. Wabah penyakit mematikan pun terjadi setiap 100 tahun sekali. Sejarah umat manusia akan segera berakhir. Bukan karena perang nuklir ataupun bencana alam, melainkan kesalahan di balik tragedi virus Corona yang menimpa bumi Pertiwi. Sebuah mimpi buruk yang bahkan mampu mengubah sebagian besar populasi dunia menjadi kanibal yang kejam. Bukti menunjukkan bahwa virus P, proyek sains BRC, memiliki hubungan langsung dengan makhluk bermutasi. Bisa dikatakan, umat manusia sendiri adalah malapetaka yang membinasakan semua makhluk hidup dimuka bumi. Melanjutkan cerita sebelumnya, kini manusia menghadapi ambang dari kepunahan mereka di tangan hasil ciptaannya sendiri, wabah ZOVID 21. Yang terinfeksi telah berevolusi, tatanan masyarakat telah jatuh. Alam telah mengambil alih di mana-mana. Kehancuran lingkungan dan eksperimen biologis yang salah telah menciptakan skenario kiamat zombie, mendorong para penyintas yang tidak terinfeksi ke tepi jurang. Pada akhirnya, haruskah mereka tetap bersikap baik dan jujur, atau mengikuti naluri untuk bertahan hidup?

More details
WpActionLinkContent Guidelines