My life and U

My life and U

  • WpView
    Membaca 177
  • WpVote
    Vote 15
  • WpPart
    Bab 8
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Mei 20, 2024
Nama gw Akbar Maulana Sanjaya siswa dari SMA bina Cemerlang gw menduduki bangku kelas 1. gw anak tunggal dari keluarga konglomerat Sanjaya. bokap gw Helmi Sanjaya dan nyokap gw Andriani Sanjaya. ya walapun gw anak konglomerat, gw gak gak ngakuin klo gw anak tunggal Sanjaya. sejak kecil gw menghabiskan waktu bersama eyang, bahkan gw gak pernah menghabiskan waktu bersama nyokap dan bokap gw. sebenarnya gw gak mau lanjut sekolah tapi karena eyang berisi keras bujuk gw akhirnya keras kepala gw luluh dan mengikuti kemauan eyang melanjutkan sekolah di SMA bina Cemerlang. Dunia gw gak cuma bersama eyang di rumah dan di SMA bina Cemerlang, gw juga puny dia dunia gw sendiri yaitu dunia luar. eyang suka marah ke gw kerena, gw suka babak belur setiap pulang sekolah bahkan hampir setiap hari. Sejak gw bersekolah di SMA bina Cemerlang, apakah kehidupan gw sebagai anak konglomerat bakal di ketahui di sekolah? atau kehidupan gw bakal jauh lebih baik?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Jomblo di eskul Pramuka
  • TIMELESS CRUSH (REVISI)
  • Blonde & The Cold Heart [TERBIT]
  • Nikah Muda
  • MENDADAK CUPID! [TAMAT]
  • Just Because
  • My ice girl
  • ON SIGHT (Completed)

"Mulai hari ini kamu ibu masukkan ke dalam eskul pramuka, bahagialah!" Entah kenapa di akhir kalimat, pengucapan ibu Fatimah begitu menekan ke dalam jantungku. "Tung--Tunggu dulu bu. Saya belum pernah menyetujuinya" "Apakah itu harus?" Nada dingin dan sentuhan tangan beliau langsung menjalar ke urat nadiku "I--itu tergantung dengan situasi dan persepsi dari--" "Mana jawabanmu?" "Baik bu" Sial... Kenapa mulutku tak memikirkan nasibku yang akan datang. "Yaah, ibu tau kamu malu kok" (Bu! Hentikan omong kosong anda) Begitulah kalau aku punya nyali untuk mengucapkannya. "Nandi, mulai hari ini, dia bergabung dengan eskul pramuka" Ibu Fatimah mendekati seorang wanita yang dari tadi memperhatikan kami. Kalau aku bilang, lebih seperti seorang anak kecil sedang memperhatikan anak kecil lainnya yang sedang dipaksa oleh orang yang lebih tua. Entah apa yang mereka bisikkan di sana, tapi aku yakin, pasti itu bersangkutan dengan privasi yang kujaga lebih dari apapun. "Dimas, Nandi juga setuju dengan ini. Jadi kau sepulang sekolah bisa langsung ke ruang pramuka nanti" Lalu beliau tersenyum. Entah kenapa senyuman tersebut mempunyai maksud yang berbeda dari apa yang dia katakan sebelumnya "Jangan kabur ya..."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan