THE IMPOSTOR: Eyes Never Lie (Versi Rombak)

THE IMPOSTOR: Eyes Never Lie (Versi Rombak)

  • WpView
    LECTURES 197
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication jeu., mai 7, 2026
WpInfo
Fiction
Mystère
"ku harap jangan pernah memercayai perkataan seseorang, jika kau tak berani melihat sorot matanya." ... terjadi nya pembunuhan terhadap siswi dengan luka yang begitu mengenaskan-mengguncang seluruh sekolah. Tidak ada lagi rasa aman. Setiap langkah terasa berat, setiap bisikan terasa mencurigakan. Seolah-olah ada amarah yang tertinggal di balik kejadian itu. Mereka datang ke sekolah bukan lagi untuk belajar, melainkan untuk mencari jawaban. Siapa pelakunya? Dan yang lebih menakutkan- Apakah pelakunya salah satu dari mereka? Ketakutan itu berubah menjadi kecurigaan. Kepercayaan mulai runtuh. Kini mereka dihadapkan pada pilihan: Mencari kebenaran, meski harus mati. atau berdiam diri, menelan rasa takut hingga hari kelulusan tiba.
Tous Droits Réservés
#266
thiller
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Bound to Him
  • (END) SETTING THE PATH OF LIFE - 🔞BL, ABO (JOONGDUNK)
  • SHEA SANG FIGURAN
  • Shadow in the Lab
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.
  • FRAGMENTS OF HEART - GINJAY ☆
  • Hello, Mr. Mafia!
  • Defiant [END]
  • My Perfect Model ( Republish )
  • Fraktal Rahasia (Selesai)

Arstella terbangun di tubuh seorang pelayan di dunia asing yang penuh aturan dan kasta yang tak ia pahami. Setelah dipecat karena kebodohan yang tak disengaja, ia menemukan secarik poster. Kerajaan Eldoria tengah mencari pelayan untuk dua pangeran. Pangeran Leo, sang pewaris berambut emas yang dicintai rakyat, dan Pangeran Theodore, sang anak berambut hitam yang dibenci istana karena dianggap membawa kutukan. Tanpa pilihan, Arstella melamar pekerjaan itu dan tanpa sadar melangkah ke dalam istana yang tak hanya penuh kemegahan, tapi juga rahasia kelam. "Dewa aku hanya ingin hidup tenang... aku hanya ingin bekerja," bisik Arstella lirih, seolah sedang memohon pada langit yang bahkan tak menjawab. Namun, jawabannya datang dari bayangan. Suara Theodore terdengar rendah dan berbahaya. "Sayangnya, kau bekerja pada iblis, Stella." Ia melangkah mendekat, matanya gelap tak menyisakan belas kasih. "Dan dewa tak punya kuasa atas sesuatu yang sudah menjadi milikku."

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu