Pantaskah Aku

Pantaskah Aku

  • WpView
    Reads 86
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 7, 2024
Untuk wanita akhir zaman seperti ku, istiqomah bukan lah perkara mudah. Iman yang seringkali naik turun, bohong jika aku tidak menginginkan ketaatan dalam hidup ku, bohong kalau hati ini tidak sakit di saat hati ingin taat tapi malah maksiat yang aku perbuat. Maka pantas kah aku mendapat kan seorang pendamping hidup yang akhlak nya mulia iman nya kokoh,agama nya sempurna. Jika diri ku saja belum punya bekal ilmu agama secuil pun. Aku,Marwa Alya Qanita
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Qanita
  • Queen Alya Az-zahra (END & REVISI)
  • Diantara Doa Aku Mencintaimu [End]
  • Quwwatul Hub
  • Murasyahul Imamiy
  • ADA PELANGI DI UJUNG WAKTU
  • Bismillah, Aku Memilihmu!
  • TAKDIR ANGELINA CHRISTY (END)
  • Halalkan Atau Tinggalkan
  • Detik Datang Dan Pergi
Qanita

"Mulai sekarang kita tidak ada hubungan apa-apa. Kita jalan masing-masing dan jangan ganggu aku lagi!" Qanita Zaura Nindya, gadis berusia 20 tahun itu mematung, seluruh tubuhnya seakan kaku. Qanita berusaha untuk mencerna setiap kata yang baru saja ia dengar. Apakah itu hanya ilusi? Seseorang yang dulu sangat mencintainya dan selalu bersamanya, kini dengan santai mengucapkan kata perpisahan. "Dit, aku bisa jelasin semuanya. Apa yang kamu lihat ini salah." Qanita berusaha untuk mencegah langkah lelaki itu sekuat tenaga, tentu dengan air mata yang tidak bisa berhenti keluar dari pelupuk mata. "Raditya Evansyah. Aku mencintaimu!" Suara Qanita begitu lantang mengucapkan kata cinta kepada lelaki yang kini meninggalkannya. Namun lelaki itu tidak memedulikannya sama sekali, ia terus berjalan tanpa beban. Pantaskah Qanita menangisi lelaki seperti itu? Pantaskah dia mempertahankan cinta yang hanya menimbulkan luka? Saat Qanita sudah hancur, semua yang ada di angannya pun hilang, lenyap begitu saja. Bagai mimpi tapi ini nyata! Kepingan indah kini berserakan tak ada harganya, bagaimana Qanita bisa menyatukan kembali mimpi itu dalam genggaman rida Allah. Hancur adalah titik paling menyakitkan dalam hidup! Sertakan sumber jika ingin mengutip tulisan sederhana ini. -Allah Maha Melihat- Start 17 November 2019 Finish --

More details
WpActionLinkContent Guidelines