Considered For Revenge ; Jake Enhypen

Considered For Revenge ; Jake Enhypen

  • WpView
    Reads 677
  • WpVote
    Votes 611
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 2, 2024
WpInfo
Fiction
Mystery
"maka kehidupan damai menurutku adalah pembalasan dendam; dengan penuh nafsu." kita memang hanya hidup sekali di dunia ini, seharusnya dapat merasakan kesenangan ataupun kebahagiaan. yah, tak apalah ketika sedih melanda. tetapi, jika kesedihan terus-menerus terjadi dan hidup penuh ketakutan akan seseorang atau bahkan orang terdekat kalian terus mengusik, pantaskah jika harus berbalas dendam? hidup hanya sekali, melakukan hal yang setimpal terhadap perlakuan orang lain ke Jaeyoon pun, disahkan saja. Jaeyoon, dikelilingi dengan kehidupannya yang suram. ia kehilangan beberapa hal yang ia jaga sekuat tenaga dalam hidup ini. hingga pada akhirnya Jaeyoon hanya akan merelakan takdir, tetapi siapa yang berani mengacau hidupnya tidak akan dibiarkan begitu saja. balas dendam bagaikan sebuah batu yang menggelinding, ketika seseorang dipaksa mendaki bukit, akan kembali menimpanya dengan kekerasan lebih besar dan mematahkan tulang-tulang. perasaan muak muncul menjadikan dirinya turut membalas sepantasnya ia diperlakukan. Note. Tiap aksara ataupun kalimat yang terukir adalah murni dari pemikiran sendiri. jika ada kesamaan nama, tokoh, ataupun cerita itu adalah kebetulan semata dan tidak disengaja. © dyaplla start : Jum'at, 26 Januari 2024 finish : - © Lily-Rose © Ni_Kiy
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dalam Diam, Aku Pamit {Terbit}
  • MIRROR | Jay ✓
  • WOUND [BLUESY : JENO-KARINA] (REVISI)
  • DESTROYED IN DESIRE | 🔞 |DARKROMANCE🖤
  • This is JAY [✔]
  • (ADC) Antariksa's Detective Club 1.0 -New Member?「Completed √」
  • crime&less, heejake
  • Eternity : Permaisuri untuk Raja Vampir

Jika diberi pilihan, Kanaya ingin tetap hidup seperti biasa, bangun setiap pagi, berangkat ke sekolah, bercanda dengan sahabatnya, dan pulang ke rumah untuk mendengar ocehan kakaknya. Namun, kenyataan tidak sebaik itu. Hidup telah menuliskan akhir yang berbeda untuknya. Setiap detik yang berlalu bukan hanya hitungan waktu, tetapi juga pengingat bahwa ia tidak akan bisa melihat masa depan seperti orang lain. Ia tidak akan sempat dewasa, tidak akan sempat mengejar mimpi-mimpinya, dan mungkin... tidak akan sempat mengucapkan selamat tinggal. Tapi, Kanaya memilih merahasiakan semuanya. Baginya, kebahagiaan orang-orang yang ia sayangi lebih penting daripada kejujuran. Selama mereka masih bisa tertawa bersamanya, selama mereka tidak mengasihaninya, maka semua kepura-puraan ini masih bisa ia pertahankan. Namun, kebohongan tidak bisa selamanya disembunyikan. Lambat laun, kebenaran akan muncul-dan pada saat itu, Kanaya hanya bisa berharap mereka tidak membencinya karena telah menyembunyikan sesuatu yang begitu besar. Karena bagaimana pun juga, ini bukan kisah tentang seorang gadis yang bertahan. Ini adalah kisah tentang seseorang yang sedang berpamitan, dengan cara yang paling indah yang bisa ia lakukan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines