Andriana

Andriana

  • WpView
    Reads 227
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 16, 2025
Sejatinya kebahagiaan itu pasti terjadi, sebab manusia dianugerahkan hati dan perasaan. Andriana tak pernah menyangka menjelang umur dewasa awal, ia harus menanggung beban yang pilu. sebab kematian yang terus menghampirinya, semenjak itu ia mengubur semua hati dan perasaannya bahkan ia tak percaya dengan Cinta dan kasih sayang. Ini hanyalah sebuah teka teki kehidupan, yang konon cinta sejati itu tak pernah ada di dalam dunia ini. Cinta sedeharna yang menawarkan kebahagiaan dan kehangatan untuk setiap manusia yang ada di bumi. Keputusan mencintai diri sendiri untuk hidup selibat adalah keputusan terbaik yang dilakukan Andriana. Namun alih alih kebenciannya dalam perjalanan hidupnya, andriana justru mematahkan sendiri hubungan selibatnya. ia mendapatkan kebaikan demi kebaikan yang padahal tidak pernah pantas ia dapatkan.
All Rights Reserved
#31
lqbtq
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Andira [End]
  • Kamu
  • Raden
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • Summer Triangle  (Revisi)
  • Sherlyta
  • Sister or More
  • Amor Almira

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines