
Setelah kejadian hari itu, Sean hanya berharap dua hal. Cukup satu janji dan satu impian kecil itu saja sebelum ia membiarkan dirinya dijemput oleh Sang Mahakuasa. Hanya sekedar suasana rumah yang kembali seperti sedia kala dan satu permintaan kecil dari sang adik. Sean tidak peduli kalaupun ia mendapatkan nya sebelum ajal menjemputnya nanti. "Permintaan Sean hanya itu, tapi kenapa kalian tidak mau mengabulkannya? Apakah karena 'kejadian' itu, kalian jadi sangat membenci Sean?" Namun tentu, sebelum impian dan janji itu terjadi. Sean harus berjuang untuk mendapatkannya bukan? Penasaran? Yuk baca cerita ini!Alle Rechte vorbehalten
1 Kapitel