Terpendam, Tergali, dan Tertidur

Terpendam, Tergali, dan Tertidur

  • WpView
    Membaca 10
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Jan 24, 2024
Fachrul pergi ke sepetak gundukan tanah dengan penuh riang, dengan membawa sekop! Padahal ayahnya telah meninggal tiga hari yang lalu. Menemukan barang-barang aneh di galian, dia tak lagi pulang ke rumahnya, membikin gempar istri dan kedua anaknya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • BAPAK
  • FARESTA [END]
  • OnDah PetShop?!
  • transmigrasi gadis pemalas[END]
  • Transmigrasi Bunda
  • SERIBU SISI ORIGAMI [COMPLETED]
  • [BL] Melarikan Diri dari Kelaparan dengan Luar Angkasa: Berubah menjadi Saudara
  • Egoist✔
BAPAK

Sinopsis: Ini tentang seorang ayah hebat. Tentang laki-laki setia yang pada keluarga dan loyal pada profesinya sebagai pedagang jajanan anak-anak SD; tukang cireng. Tentang jatuh-bangunnya seseorang yang berpendidikan rendah yang dapat membuat anak-anaknya mencari ilmu di tempatnya mencari uang. Tentang sang suami yang pernah disudutkan dalam sebuah pilihan sulit; tetap berjualan tapi istrinya ditangkap polisi atau kehilangan mata pencahariannya agar sang istri terbebas dari ancaman hukum? Tentang seorang bapak humoris yang selama lebih dari empat puluh tahun mendorong gerobak untuk berdagang demi menafkahi keluarga. Dialah orang hebat di balik kesuksesan seorang novelis berpendidikan SMA. Yang selalu dirindukan para pembeli dagangannya, yang pernah dikerjai penyiar radio dan sering dikecewakan putra-putrinya, namun selalu sabar dan tetap berperan menjadi seorang kepala keluarga penyayang yang penuh rasa tanggung jawab. Hingga suatu waktu, pertanda-pertanda, keanehan dan takdir Tuhan mempertunjukkan sebuah kenyataan yang sulit diterima. Ketika maut mengecoh orang-orang terdekatnya dan penyesalan datang terlambat, membuat sebuah keluarga mengalami kesedihan tak berkesudahan. 'Mau tak mau, takdir pahit harus ditelan, membuat air asin seolah tak henti keluar dari mata kami, menjadikan hidup terasa sangat hambar. Kami hanya bisa memetik buah hikmah dan kenangan yang manis bersamanya...' Ini tentang Tulang Punggung. Ini tentang aku dan Bapak.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan