Si Dosen

Si Dosen

  • WpView
    Reads 48
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 7, 2024
"Belajar itu jangan pakai emosi, tapi pakai hati." "Gimana enggak emosin mulu liat muka dosennya kek bapak!" "Kenapa saya?" "Muka bapak itu ngeselin, bawaannya pengen emosi terus." "Yasudah, kamu anggap saja saya ini mesii yang lagi ngajarin kamu balapan motor." Ini tentang gadis bernama Angsa (tapi bukan hewan) dengan kehidupannya yang bertolak belakang pada gadis lainnya. Gadis urakan yang sering mengikuti pertandingan balap demi mengembalikan susana hatinya, kini harus bertemu dengan seorang Dosen pengganti yang terus-terusan memberikan sebuah penyiksaan tugas. Hingga membuat Angsa mau tidak mau meninggalkan area sirkuit dan hobinya sementara waktu. Akan kah Angsa tetap akan meninggalkan hobi yang selama ini bersamanya? atau memilih tugas yang akan memutuskan masa depannya? ⚠️ cw // hard word Tw // Family issue Tw // mention of trauma Cw// part mengandung kata kasar
All Rights Reserved
#30
balap
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lantas (END)
  • Discovery Of Love (Completed)
  • Dosen, Selalu Benar [TAMAT] BELUM REVISI
  • SKRIPSUIT  ✔
  • I LOVE U, YOUNG LECTURER!! (TAMAT)
  • DAKSA [END]
  • Kim Taehyung [END]
  • BAKPAO TELO
  • Dear Dosen Killer[Completed✔]
  • Langit Yang Merenggut Cinta

PERINGATAN ⚠️ Dibeberapa part terdapat adegan kekerasan dan kata-kata kasar! ------------------------- Navisha Aqila Anastasia, gadis berambut sebahu berusia 17 tahun, adalah siswi cerdas yang selalu menjadi kebanggaan sekolahnya. Memasuki awal kelas 12, ia dipertemukan dengan Arzan Nauval Abraham, siswa yang harus mengulang tahun terakhirnya. Awalnya, mereka hanyalah dua orang asing yang kebetulan duduk di bangku yang sama. Namun, waktu demi waktu menghapus jarak di antara mereka, mengubah pertemuan biasa menjadi kisah yang tumbuh di sela tawa dan diam-diam yang saling mengerti. Hingga suatu hari, ada satu hal yang menyangkut orang tua mereka yang memaksa mereka untuk menjaga jarak, seolah perasaan yang sudah terlanjur tumbuh harus dibekukan begitu saja. Haruskah mereka menyerah pada ego orang tua mereka? Atau justru melawan demi kebahagiaan yang mereka yakini? ~~~ "Terima kasih, karena pernah menjadi rumah, meski bukan yang terakhir."

More details
WpActionLinkContent Guidelines