(REVISI) Dua Rumah Satu Arah

(REVISI) Dua Rumah Satu Arah

  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 2, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Tidak semua perpisahan menjadi akhir dari sebuah perjalanan,seperti hal nya pertemanan antara Rio dan Mawar. Latar belakang yang berbeda tidak membuat mereka jauh satu sama lain. "Rio,Minggu depan temenin mawar ke konser ya?" Ajaknya dengan semangat,padahal sudah jelas Rio akan menolak apalagi mawar mengajaknya pada hari Jumat sudah jelas ia ada jadwal latihan di sanggar. "Gabisa. Jawab Rio dengan cuek dan sangat malas ketika menjawab ajakan dari Mawar. "Ayolah ,sekali aja temenin" ,rayu nya dengan sedikit memelas. "Gabisa wa,sore ada latihan di sanggar",balasnya dengan santai sambil membuka pintu sanggar. "Ck! Sekali aja kenapa si?! Orang musik pake gamelan gitu sekarang ga banyak disuka,masih banyakan juga band kece pake gitar" timpalnya cukup sarkas. Rio sudah biasa dengan celotehan mawar yang menurutnya tidak cukup penting,namun ada beberapa hal yang membuat Rio penasaran dengan siapa Mawar dan apa hubungannya dengan orangtua Rio.
All Rights Reserved
#100
budaya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • As Possible
  • My Sugarman
  • Assalamualaikum Cinta
  • Audy & Bani
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • ROSE🌹(On Going)
  • Destiny✓
  • Pemilik Dunia Paling Berisik
  • All Is Well
  • TAKDIR HIDUP

Masa tahun akhir masih berkisah seputar itu saja. Ify harus segera merampungkan masa studi nya dan beranjak dari kampung halamannya. Ia malas mendengar ocehan sanak saudaranya yang terus saja bergunjing tidak jelas. Ia memang, dia suka dirumah. Jarang keluar dan itu sudah terjadi sejak ia menginjakkan kaki di tempat ini. Bersosialisasi pun bisa dibilang sering tidak sering. Ia tak ingin merepotkan diri dengan cokolan tak berfaedah. "Kalau harus memilih, gue lebih pilih gak tinggal disini. Demi Tuhan!". "Kenapa sih Fy? Rumah itu kan punya mama lo". Iya Ify membenarkan hal tersebut. "Gak suka gue! Keluarga gue itu kebanyakan gibah nya! Hal gak penting aja diomongin. Malesin banget!". Di seberang sana teman satu PL nya terkekeh. Ia pernah mendengar cerita ini sebelum nya. "Trus lo mau nya kemana?". "Jauh dari sini deh! Ikut suami aja. Tapi gak dirumah mertua juga kali!". Kali ini Via terbahak. Rumah mertua memang momok yang menakutkan. Begitulah, Ify harus memilih berjalan dengan masa lalu yang masih terngiang di kepala nya atau berjalan angkuh dengan masa depan yang belum tau akan seperti apa menurutnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines