Rayyan Dwi Atmaja

Rayyan Dwi Atmaja

  • WpView
    Reads 59
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureComplete Fri, Jan 26, 2024
WARNING‼️ ‼️DILARANG MENIRU CERITA INI, INI HASIL SAYA SENDIRI KARANGANGAN SENDIRIIII‼️ - Terlalu banyak suara yang menyuruh ku untuk melupakanmu, padahal dalam hati ini tidak ada sedikitpun niat untuk melupakanmu. Aku hanya ingin bisa mengikhlaskanmu. Mereka terlalu mudah berbicara tanpa merasakan yang sebenarnya. Tidak semudah itu untuk aku bisa mengikhlaskanmu. Setiap aku ingin mengikhlaskanmu dan melupakanmu, kamu selalu datang dalam mimpiku seperti tidak mengijinkan aku untuk melupakanmu. Sebenarnya apa maumu? Untuk kembali sudah tidak mungkin, tapi kenapa kamu selalu datang menemui ku didalam mimpi-mimpiku? Biarkan aku bebas tanpa bayang-bayang dirimu. Aku juga ingin bahagia seperti dirimu. Setelah perpisahan waktu itu hanya dirimu yang berhasil bahagia sedangkan aku tidak. Aku terlalu menginginkan kamu, dan nyatanya aku dan kamu hanya sementara bukan selamanya. - semua tercapai kecuali kamu :) Pesanasaran!!! Kuy bacaaaaa guys
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cahaya [COMPLETED]
  • Jejak Waktu [Complete]
  • KIARA [End]
  • BE(LIE)VE YOU ✓
  • LOST MY BREATH (ON GOING)
  • I'm broken [BHS#1]✓
  • Let Me Love You Longer
  • ALONE
  • Forever Yours
  • happy ending  Versi Ku Kapan?

⚠️PERINGATAN!⚠️ CERITA INI DIBUAT SAAT AUTHOR BELUM MEMAHAMI BETUL BAGAIMANA KAIDAH PENULISAN NOVEL YANG BAIK. JADI BAGI KALIAN YG TETAP INGIN MEMBACA, HARUS SIAP MENGHADAPI BANYAK KECACATAN DI DALAMNYA. MOHON KRITIK DAN SARANNYA. SEKIAN. TERIMA KASIH. --- Dunia itu indah. Dunia itu menyenangkan. Setidaknya dua hal itu yang dapat aku yakini tentang dunia, beberapa tahun silam. Sampai suatu tragedi yang tak diinginkan terjadi, aku harus dijauhkan dari dunia itu. Terus dijauhkan. Sejauh-jauhnya. Bunda juga selalu berusaha menanamkan keyakinannya bahwa dunia itu kejam, dunia itu berbahaya. Ia terus mengingatkan tentang ini dan itu, tentang hal yang menurutnya akan mampu membuat keyakinanku goyah. Aku, dengan segala keterbatasanku sekarang, percaya, dunia tidaklah kejam. Ayahku juga pernah bilang : Jikalau dunia memang kejam, kenapa tidak dari dulu manusia dibinasakan? Kejam, bukan? Tapi kenyataannya apa? Masih banyak manusia hidup bahagia di luar sana. Masih banyak cinta-cinta bertebaran di setiap detiknya. Dari sana aku semakin yakin, akan ada banyak sekali hal yang bisa aku ambil dari luasnya dunia. Aku ingin sekali keluar. Aku ingin melihat dunia lebih detail, dunia yang telah tersia-siakan sejak tiga tahun terakhir. Dan jika aku sungguh bisa terbang bebas melihatnya, maka izinkan aku, Cahaya Aldebaran, gadis tunawicara ini membagikan kisahku pada kalian. Boleh, kan? Start at June, 25th 2018

More details
WpActionLinkContent Guidelines