Meniti Hidup Bersama Denganmu

Meniti Hidup Bersama Denganmu

  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 4, 2024
Menjalani pernikahan memang tidak selamanya akan berjalan mulus, pasti selalu ada suka dan duka didalamnya seperti pernikahan yang belum genap satu tahun Ratih dan Amar jalani. Di sepanjang perjalanan pulang aku masih saja memikirkan apa yang perempuan tadi katakan, apakah iya aku ini hanya dijadikan pelampiasan mas Amar ketika kekasih yang dia idamkan dulu pergi mengkhianati nya atau memang mas Amar tulus denganku "Udah ya sayang gausah dipikirin apa yang dikatain sama bella tadi, itu semua ga bener, mas gaada niat sedikit pun untuk menjadikan kamu pelampiasan atas masa lalu mas, mas memang mencintai kamu dengan setulus hati mas sayang" jelas mas Amar sambil memegang tanganku dan menciumnya
All Rights Reserved
#726
rumahtangga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Masa Itu ✔ (Tamat di Karyakarsa)
  • NAIK PELAMINAN [TAMAT LENGKAP]
  • ya Humairah
  • Rahasia di Balik Istana Pasir (END)
  • Menikahi Rahasia | Marrying Your Secrets
  • Hanya Kepada-Mu
  • HANDSOME in the DARKNESS
  • A B I A N : Insaf Boy  [END]
  • Mr. & Mrs Albrecht

"Nggak ada perempuan yang baik yang mau sama pasangan orang!" Teriak Keira menatap sengit ke arah Bagas. "Kei!" Teriak Bagas membalas teriakan Keira. Disini Bagas yang salah, bukan perempuan kecil yang tengah ia gandeng bahkan perempuan kecil itu sekarang ketakutan bersembunyi di belakang tubuh Bagas. "Apa karena pernikahan kita berawal dari perjodohan kamu bisa seenak jidatnya membawa dia pulang?" Tangan Bagas yang bebesa memijat keningnya, ia tahu jika masa lalunya akan terkuak juga. Bagas disini bukan tidak menghargai Keira tapi ia tidak tahu hal apa yang harus ia lakukan. "Pelankan suara kamu Kei. Dia tidak bersalah." Pinta Bagas dengan nada sedikit mengiba. "Lantas kenapa dia ada disini? Kemana jal*ng kamu itu?" Keira sadar saat ia menikahi Bagas, Bagas memang masih memiliki kekasih. Tapi tidak harus membawa ekornya ke dalam pernikahan yang baru menginjak usia empat tahun ini, bukan? "Keira, stop bicara kasar. Lebih baik kamu masuk kamar. Aku mau mengantar Lala ke kamarnya." Putus Bagas dengan melangkah masuk ke dalam kamar yang dulunya ditempati tamu. "Kamu memang kelewatan Mas. Aku sadar jika aku belum bisa memberikan kamu anak, tapi jangan pakai cara seperti ini." Selesai mengatakan itu Keira bergegas ke kamar utama, ia membanting pintu sekerasnya. Langkahnya menyapu ruangan yang banyak memberi kenangan manis dengan Bagas, kedua tangannya mengambil koper dan menyiapkan beberapa barang yang akan ia bawa pulang. Harga dirinya sangat tinggi, jadi saat Bagas membawa anak itu kesini maka dirinyalah yang harus pergi. "Apa-apaan kamu, Kei." Bagas yang selesai menidurkan Lala sontak terperanjat dengan keadaan kamar tidurnya yang sudah seperti kapal pecah. Jangan tanyakan apa yang dilakukan Keira. Melangkah keluar, ia mengusap sisa air matanya. "Aku mau pergi dari sini, dan kamar ini seperti ini sama seperti hatiku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines