We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Richtingslicht [ On Going ]

Richtingslicht [ On Going ]

  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 26, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Petir akann lebih indah jikalau disertai turun nya hujan suara hujan yang meredakan suara petir yang bergemuruh. Singgah rumah ternyaman , penuh kehangatan, penuh kasih sayang . rintik hujan menemani kesepian, menutup segala sedih dan hancurnya dirimu. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Cerita fiksi khayalan , dengan menggunakan visual beberapa idol maupun aktor.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rainy Night Affair
  • Crossing Heart [END] ✅
  • Veils of Forbidden Love
  • Hug Me {Sehun Irene}
  • Aku, Kamu dan Hujan
  • Haters and Lovers of Rain [END]
  • SEMUA KARENA HUJAN [COMPLETED]
  • Apa Itu Cinta? (Completed)
  • Theatrical Obsession
  • Lepas, lalu tumbuh ||On Going||

"Kau basah kuyup." suara Sasuke mengalun tenang, tapi ada sesuatu di matanya yang sulit diartikan. "Aku akan mengambilkan handuk." Saat Sasuke kembali, Hinata sudah melepaskan jubahnya, menyisakan pakaian dalam yang basah dan menempel di kulitnya. Ia tak menyadari bagaimana mata Sasuke berkilat tajam saat melihatnya seperti itu. "Terima kasih." Hinata berbisik lirih, menerima handuk dengan tangan gemetar. Sasuke diam beberapa detik sebelum akhirnya mendekat. "Kau kedinginan." Jarak di antara mereka mengecil, hawa panas dari tubuh Sasuke terasa begitu kontras dengan dinginnya hujan yang beberapa saat lalu membasahi Hinata. Tangan besar itu menyentuh pipi pualam wanita di hadapannya, menghapus tetesan air yang jatuh di sana. Hinata menahan napas. Sasuke menghirup aroma lavender yang samar tercium, mengabaikan jantungnya yang berdegup cepat. Dia berbisik lirih dengan suara parau. "Aku bisa menghangatkanmu." Dan Hinata tidak menolaknya. -:- [SasuHina Fanfiction] MichioKei

More details
WpActionLinkContent Guidelines