Story cover for RAINbow by Putrie-W
RAINbow
  • WpView
    Reads 885
  • WpVote
    Votes 201
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 885
  • WpVote
    Votes 201
  • WpPart
    Parts 5
Ongoing, First published Jan 25, 2024
Jharna masih terlalu muda untuk merasakan ketertarikan pada lawan jenis yang berujung membuatnya patah. Sejak itu ia lebih menjaga hati, melindungi dirinya agar tak mudah berantakan. Namun, ada beberapa hal yang gagal Jharna prediksi, salah satunya ketika Narendra datang kembali bagaikan hujan dan pelangi di saat bersamaan.
All Rights Reserved
Sign up to add RAINbow to your library and receive updates
or
#653bedausia
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 7
Hujan dan Sebuket Dandelion cover
Aku dan Kamu Tapi Tak Pernah Jadi Kita. cover
Bintang Untuk Nara cover
Suck It and See (Complete) cover
 [END] AKHIR YANG TAK SAMA cover
The Badboy{on Going} cover
Back To You  Revisi cover

Hujan dan Sebuket Dandelion

6 parts Ongoing

Ini tentang keluarga. Juga tentang hujan yang indah. Seperti halnya Naradra Carolina Abastra. Penyuka kaos oversize juga celana training yang sedikit kepanjangan. Gadis biasa-biasa saja dengan rambut panjangnya yang tergerai bebas. Ketika rintik-rintik hujan saling berjatuhan hingga berubah deras. Dia selalu ada untuk melihatnya menyambut bumi. Menciptakan suara melodi yang indah, dibalik awan gelap. Begitu juga dengan bunga dandelion, indah dengan caranya sendiri. Terbang bebas tanpa takut terlihat berbeda. Karena itu Nara suka dengan keduanya. Namun kekakuannya hanya satu, yakni seorang Damantara Gusti Pangestu. Lelaki dengan rambut kecoklatan dan kacamata bulat yang bertengger sempurna menghiasi wajahnya. Bukan laki-laki culun juga berandal. Gusti selalu berhasil menjungkir balikkan hatinya. Dengan mata hitamnya yang memikat. Sayangnya, dia bergerak untuk sebuah rahasia kelam. Namun, jika waktu terus mengikis rahasia yang selama ini mereka tutup. Apakah Tuhan masih memberi kesempatan untuk bersama? Atau justru mereka sendiri yang akan pergi, meninggalkan jejak yang kian dalam? __________________________________________________ Gusti menghela napas. "Mau tau sesuatu?" matanya menatapku begitu serius. "Sesuatu?" Laki-laki itu mengangguk. "Tentang semua ini, yang mungkin buat lo risi?"