Cerita di Secangkir Kopi

Cerita di Secangkir Kopi

  • WpView
    LECTURAS 34
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, abr 29, 2025
WpInfo
Ficción
Romance
Dua orang asing, keduanya sedang asyik memikirkan kejadian baru-baru ini dalam hidup mereka, bertemu secara kebetulan sambil menikmati secangkir kopi hangat di kota yang sibuk dengan suara rintikan hujan di luar sana. Mereka berdua tidak menyadari bahwa kisah mereka lebih terhubung daripada yang mereka sadari, dan saat mereka meminum kopi dalam diam, perasaan hangat menyelimuti mereka, baik secara fisik maupun emosional. Mereka perlahan-lahan mulai membuka diri satu sama lain, berbagi pengalaman terkini, dan seiring dengan berjalannya waktu, kehidupan mereka terjalin dengan cara yang tidak terduga. Sebuah kisah yang menunjukkan bagaimana takdir bekerja dengan cara yang misterius, dan bagaimana momen paling biasa sekalipun dapat menghasilkan hubungan yang bermakna.
Todos los derechos reservados
#115
cafe
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • BACK TO FRIEND | JUNGHWAN X HAERIN (TAMAT)
  • Ikhlas Yang Tak Mudah
  • The Chaos After You [ COMPLETE ]
  • Autumn Mixing With Coffee (on editing)
  • Secangkir Kopi Vanilla [Tamat]
  • Arsyilazka
  • Literasi Rasa
  • Coffe Shop

Bagi banyak orang, Teresa dan Lionel tak lebih dari dua orang asing yang kebetulan duduk di kelas yang sama-tanpa kisah, tanpa kenangan. Tapi di balik diamnya mereka, tersimpan cerita yang pernah begitu hidup di kota kecil jauh dari Jakarta. Dulu, mereka adalah sepasang kekasih yang saling menggenggam erat di Inggris, menjadikan satu sama lain rumah dalam dunia yang asing. Namun, tidak semua kisah indah berakhir bahagia. Sebuah pertengkaran hebat memutuskan benang di antara mereka. Lionel kembali ke Jakarta lebih dulu, meninggalkan Teresa dalam ketidakpastian yang mengikis perlahan. Sejak hari itu, keduanya tak pernah saling mencari, seolah ingin berpura-pura bahwa cinta itu tak pernah ada. Dua tahun berlalu. Takdir mempertemukan mereka kembali-bukan di kedai kopi tempat mereka biasa tertawa, bukan di taman tempat mereka dulu saling menatap, tapi di sekolah yang sama, di kelas yang sama. Kini mereka berdiri di bawah atap yang serupa, namun dengan jarak yang jauh lebih dingin dari sebelumnya. Mereka tidak berbicara. Tidak saling menyapa. Hanya tatapan yang sesekali bertabrakan-penuh amarah yang tertahan, rindu yang tak diakui, dan bayang-bayang masa lalu yang belum benar-benar mati. Mereka mencoba menjadi asing, tapi hati tidak pernah bisa benar-benar lupa. Dan pertanyaannya kini sederhana: apakah kisah ini akan berakhir sebagai dendam yang terus tumbuh, atau diam-diam menjadi awal dari pertemuan yang tak pernah mereka duga?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido