The Transit (On Going)

The Transit (On Going)

  • WpView
    Reads 16,887
  • WpVote
    Votes 1,230
  • WpPart
    Parts 43
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 8, 2026
" Begini aja mbak Sophia, saya gak akan memaksa kalau kamu emang gak mau dan gak suka. Keluarga kita biar menjadi urusan saya nanti. Tapi gini, biar adil kasih saya kesempatan memberi pilihan ke mbak." Banyu menatap Sophia yang melihatnya penuh tanda tanya. " Saya akan naik ke tangga stasiun depan, kalau mbak menerima saya dan siap melupakan masa lalu kamu, kasih saya jawaban, ikut saya naik dan kita pulang bersama. Kalau kamu nggak bisa dan menolak. Just don't. Jangan naik!" Banyu menatap teduh mata itu sekali lagi sebelum melangkah menginjak satu persatu anak tangga yang terbuat dari besi ringan meski langkahnya terasa berat. Dalam hati nya ia ikut menghitung pelan, tersisa sedikit harapan yang kian pupus kala langkah kaki nya berhenti di anak tangga terakhir, ia sampai tanpa menoleh. Merasakan patah hati begitu dalam karena ternyata Sophia tidak memilihnya. Cover by pinterest edited by me.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Say Bye
  • 03.45
  • Baby Happens
  • DEAR SOPHIA
  • TWILIGHT : From Home [✓]
  • He Was My First Kiss
  • Nearby Relations
  • mr.bean Ibrahim  End|
  • Sonder [✓]
Say Bye

Setelah Ervan memutuskannya enam tahun lalu, Qia hanya ingin hidupnya baik-baik saja. Dia ingin kerja dengan giat, punya banyak teman, makan teratur, serta tidur nyenyak tanpa harus menonton video mukbang atau ASMR dulu di YouTube alih-alih untuk mengalihkan rasa sakit di hatinya yang selalu datang setiap malam. Keinginan itu tidak muluk, cenderung mudah, tapi kenapa terasa sangat sulit untuknya? Terlebih saat Ervan tiba-tiba mengumumkan pernikahan, semua rencana hidup baik-baik saja yang Qia susun, hancur berantakan. Qia hilang arah. Tidak mau Ervan melihatnya masih berantakan, segala upaya Qia lancarkan agar terlihat bahagia di depan cowok itu. Dari mulai mengencani banyak cowok hingga dia tidak sengaja menjadi selingkuhan orang. Atau juga belajar menerima Adi, cowok yang pernyataan cintanya selalu dia tolak dari SMP, sebagai masa depannya nanti. Namun, ketika hidup Qia sudah berjalan sebagaimana keinginannya, Ervan justru kembali lagi. Dan fakta yang baru diketahui Qia tentang cowok itu membuat keputusannya untuk terus berjalan ke depan, seketika penuh dengan keraguan dan tanda tanya. Dalam kisah ini, sebenarnya siapa yang lebih terluka? Dia atau Ervan? "Di waktu-waktu yang akan datang, sebanyak apa pun selamat tinggal terucap dalam kisah ini, aku harap tetap kamu tempatku kembali." *Cerita ini diperuntukkan pada pembaca yang sudah berumur 19+

More details
WpActionLinkContent Guidelines