FILOSOFI DEFINISI

FILOSOFI DEFINISI

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 25, 2024
Adakalanya setiap hal yang kita lakukan harus mengetahui arti dan esensi didalamnya, karena tanpa hal tersebut akan menjadi hal tabu yang mungkin tidak kita percaya untuk dilakukan. Tampak tidak berarti namun itulah arti yang sesungguhnya, kita menikmati setiap maksud dan tujuan dari kalimat-kalimat yang kita dengar setiap saat. Kita mengerti setiap kata itu ada makna yang tersirat didalamnya, mari kita bedah kata demi kata, dan kalimat demi kalimat. Hingga Paragraf teruntai indah memberikan tutupan yang baik untuk akhir sebuah kisah. Enjoy...
All Rights Reserved
#116
dialog
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ruang
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Cerita yang Tak Selesai ✨💔🌙 || TAMAT
  • Antologi Cerpen Hitam Atau Putih
  • sahabat kok gini?! || NA2 (End)
  • Detik Depresi ( TAMAT )
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • Dont Know What And Why~
ruang

SETIAP manusia berhak mendapatkan ruang untuk bisa merasakan ketenangan walau hanya sesaat. Sekadar untuk menghela nafas sebelum menerima segala kenyataan yang akan menimpa dirinya. Mencoba menerima kepahitan dalam kehidupan yang sementara. Atau mungkin sekadar untuk menarik nafas panjang sebelum akhirnnya menerima bantingan keras hingga meremukkan tulang. Semesta tidak pernah berpihak pada Arkana Gala Dakari. Baginya, semua hanya bisa menggoreskan luka yang sangat dalam tanpa memikirkan perasaannya sedikitpun. Mereka seakan-akan tak memberikannya sebuah ruang untuk bernafas bahkan untuk sesaat. Tak pernah sedetikpun ia merasakan yang namanya ketenangan. Kesehariannya hanya berisi tentang kekhawatiran bahkan ketakutan. Arkana bahkan tidak tahu bagaimana rasa kebahagiaan yang sebenarnya. Apakah kebahagiaan itu manis seperti gula atau bahkan pahit seperti kopi. Dunia terlalu kejam untuk Arkana yang sendirian. Dalam keadaan terpuruk ia hanya bisa mencoba untuk berdiri dengan rasa sakit yang bertubi-tubi menimpa dirinya. Ia bahkan berharap mendapat jawaban dari semua doa-doa yang selalu ia panjatkan pada yang maha kuasa. Selain itu, ia juga membutuhkan ruang untuk sekadar bernafas dengan penuh ketenangan. Copyright © 2025, PapaLumoL

More details
WpActionLinkContent Guidelines