Story cover for at the same number by daynd2
at the same number
  • WpView
    MGA BUMASA 34
  • WpVote
    Mga Boto 6
  • WpPart
    Mga Parte 3
  • WpView
    MGA BUMASA 34
  • WpVote
    Mga Boto 6
  • WpPart
    Mga Parte 3
Ongoing, Unang na-publish Jan 25, 2024
Orang bilang umur ke-17 itu spesial, karena di umur ini seseorang akan beralih dari fase remaja menuju fase dewasa. Fase peralihan ini memberikan banyak kisah menarik pada siapapun yang mengalaminya.

Menurut Aya juga begitu. Angka 17 di dalam perhitungan kehidupannya sungguh spesial baginya. Luka, tangis, dan hal yang tak sesuai harapannya terus menuntun Aya mendekati jurang keputusasaan. Namun, semua itu tak sebanding dengan banyaknya kenangan baik yang ia dapatkan. Aya terus bangkit dari segala keterpurukannya.

Terima kasih ia ucapkan pada orang-orang yang hadir dalam hidupnya, terutama untuk keluarganya dan sahabatnya, Haruto. Jika bisa, ia tidak ingin beranjak dari usianya yang ke-17 ini.
All Rights Reserved
Sign up to add at the same number to your library and receive updates
o
#544watanabeharuto
Mga Alituntunin ng Nilalaman
Magugustuhan mo rin ang
Vericha Aflyn ✔️ ni Icacty_
58 parte Kumpleto
#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"
Magugustuhan mo rin ang
Slide 1 of 6
Vericha Aflyn ✔️ cover
No Longer Mate cover
Paguyuban lima sekawan✔️ cover
Jah, Beauty Isn't Forever cover
The Sky Before Secrets cover
Sister or More cover

Vericha Aflyn ✔️

58 parte Kumpleto

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"