Noer Sutinah : Bulan

Noer Sutinah : Bulan

  • WpView
    Reads 497
  • WpVote
    Votes 76
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadComplete Tue, Mar 26, 2024
Laily Qamara Noer Sutinah. Diantara empat suku nama demikian, orang-orang lebih senang memanggilnya Bulan. Orang bilang, cinta mampu menguatkan segalanya. Namun bagi mereka, alasan itu ternyata semakin menyakiti, menyayat-nyayat harapan kecil yang antara padam dan menyala hanya soal ujung sebuah arang. Bulan dan Yudhas pernah percaya bahwa cinta bisa menguatkan, namun pada akhirnya mereka menyadari bahwa cinta saja tidak cukup. Bertahun-tahun dijalani, ternyata masih sama. Keterpaksaan, lalu keinginan diri untuk bersisian lebih lama. Apalah arti cinta yang mampu menguatkan itu, keputusan Yudhas dan Bulan sudah tidak bisa digugat. Mereka punya pendirian yang sama erat di atas semua rasa layak yang ada. Mereka selesai hari itu. Hari-hari selanjutnya Bulan pun belajar membuka hati pada ketabahan. Sementara bekas kepergian orang-orang tersayang masih berkelindan dalam hidupnya. Inilah kisah perjalanan seorang putri dari keluarga Noer Sutinah. Keseluruhan cerita mengisahkan proses menerima, melepaskan, dan tumbuh sebagai seorang perempuan dalam pusaran luka, harapan, dan kekuatan. Cerita fiksi ya men
All Rights Reserved
#492
cintapertama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Five Meters To Many Thousands Kilometers
  • Two Person That I Love
  • Tentang Kita || JOSHUA x JEONGHAN
  • Satu Nama dalam Sujud
  • Love Therapy (Selesai)
  • Marriage With Benefits (Tamat)
  • Cinta Tanpa (ber) Sayap - END
  • Between the Lines [COMPLETED]
  • SANG MENTARI (END)

Sejak kecil, Isya sudah mengenal rasa suka - kepada seorang laki-laki yang bahkan namanya sempat ia salah kira: Ryoga. Hanya dari jarak lima meter di depan kelas, Isya memandanginya dalam diam, membawa perasaannya bertahun-tahun melintasi jarak dan waktu, tanpa pernah benar-benar tahu: rasa itu akan bertahan sekuat ini. Tumbuh dewasa, Isya jatuh cinta pada laki-laki lain, perempuan lain, mengalami patah hati, kegembiraan, dan kehilangan. Namun dalam setiap langkahnya, dalam setiap doa diamnya, satu nama tetap kembali dalam hatinya: Randy. Di dunia yang terus berubah, Isya belajar bahwa cinta sejati tidak harus segera dimiliki. Ia tentang menunggu dengan sabar, mencintai dalam diam, dan menyerahkan segalanya kepada Tuhan. Tentang menemukan keberanian untuk berbicara, walau takut. Tentang menerima bahwa mungkin, sebagian cinta memang ditakdirkan untuk tetap menjadi doa. Ini adalah kisah nyata, kisah tentang lima meter tatapan kecil yang tumbuh menjadi ribuan kilometer kenangan, dan cinta yang memilih bertahan, bahkan tanpa janji.

More details
WpActionLinkContent Guidelines