sahabat pertama

sahabat pertama

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 3, 2024
tentang seorang remaja yang tak pernah memiliki sahabat sebelumnya. POV namaku adalah rani sanada, ini adalah hari pertamaku memasuki SMAN 07, aku sebenarnya ingin memiliki banyak teman, tapi sejak masih di SD aku tak pernah mendapat teman yang menurutku baik, ku kira hal itu akan terjadi lagi, sampai aku bertemu dengan Mahen. POV Aku Mahendra Sani Ganta, anak bontot dari tiga bersaudara, ga suka sekolah, ga suka di rumah juga, kalau aku izin karna asma kambuh, berarti ada dua kemungkinan, asmaku memang kambuh atau itu hanya alasan belaka. ~note~ Kalau ga nyambung ga usah baca, ini hanya khayalanku tentang ship favoritku di sekolah, dan ini bukan beneran di SMAN 07 ya. Aku masih pemula jadi maaf kalau ada yang salah.
All Rights Reserved
#19
mahendra
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A Class? or A Home?
  •  COWOK RED FLAG
  • ALANAALANKA. [ ON GOING]
  • Go For It! - Sakuya NCT Wish FF
  • Nesta [END]
  • Jejak Perasaan di Ujung Kenyataan
  • GASA [end]
  • ASSYA (TERBIT)
  • My Annoying Brother [END]

Di SMA Harmoni Madani, kelas 10-1 hanyalah salah satu dari banyak kelas di sekolah itu. Namun bagi sepuluh anak laki-laki yang duduk di dalamnya-Wisnu, Abdul, Danis, Ayub, Ferdiansyah, Reza, Dimas, Denis, Fathan, dan Micco-kelas itu tumbuh menjadi lebih dari sekadar ruang belajar. Ini adalah kisah tentang pertemuan yang tak direncanakan, tawa yang tak dibuat-buat, dan persahabatan yang tumbuh perlahan dalam keheningan dan kebisingan sehari-hari. Berbeda-beda latar belakang dan kepribadian, mereka belajar saling memahami. Dari candaan ringan Denis hingga ketenangan misterius Danis, dari ketulusan Abdul yang religius hingga kehangatan diam-diam dari Micco-masing-masing membawa warna ke dalam ruang itu. Tahun ajaran bergulir, tugas datang silih berganti, konflik kecil muncul, dan kenangan terus tercipta. Hingga akhirnya mereka harus naik ke kelas 11 dan terpisah, memilih jalan sesuai minat masing-masing. Namun sebelum benar-benar melangkah, mereka menengok ke belakang dan bertanya: apakah ini hanya sebuah kelas... atau sudah menjadi rumah? Sebuah cerita hangat tentang arti kehadiran, penerimaan, dan persahabatan yang tumbuh dalam satu tahun yang sederhana namun tak tergantikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines