Frasa rasa

Frasa rasa

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Wed, Apr 3, 2024
aku memang menginginkan seorang lelaki yang patah, memiliki banyak luka dan derita di hidupnya. Karena aku ingin menjadi obat sekaligus tempat ia berteduh, obat dari segala lukanya dan tempat yang ia bisa datangi kala gundah. Tapi kurasa, semuanya tak semudah itu. Aku tak kuasa melihat seberapa banyak dan seberapa besar luka yang ia punya. Bagi ku, apakah obat herbal seperti ku ini bisa menandingi obat racikan medis rumah sakit yang mungkin bisa menyembuhkan nya lebih cepat. Walau begitu, meski hanya sebuah sapuan lembut jemariku, aku ingin ia merasa tenang dan damai. Meski hanya sebuah kata, aku ingin ia menjadi merasa lebih baik.
All Rights Reserved
#796
introvert
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Reinata
  • Kita Sembuh Bareng?
  • Mentari Tak Harus Bersinar (Dokter-Dokter)MASIH LENGKAP
  • DÉNOUER [✔]
  • Aku Lesbi
  • CINTA YANG MENYEMPURNAKAN (TELAH TERBIT)
  • Love Or Whatnot (FIN)
  • (End) Ketika Hanya Hati yang Saling Bicara
  • As Time Allows
Reinata

Kau ingat saat kau bercerita tentang luka lamamu? Saat itu, aku begitu simpati padamu. Aku merasa kita memiliki kesamaan, kita pernah merasakan sakit yang sama. Aku pikir kita bisa saling menguatkan, saling menyembuhkan luka. Namun, kenyataannya jauh dari ekspektasiku. Kau justru mengulangi kesalahan yang sama, menusukku di tempat yang paling rapuh. Aku tidak menyangka kau akan melakukan hal seperti itu. Kau telah menggores luka lamaku lebih dalam lagi, dan kali ini, aku tidak yakin bisa sembuh seutuhnya. Aku ingat betul bagaimana kita mulai. Aku membuka hatiku untuk memulai kembali bersamamu, menceritakan segala rahasia dan mimpi-mimpiku. Aku pikir kau adalah tempat yang aman untukku berbagi segalanya. Namun, naifnya aku, ternyata kepercayaan yang kubangun begitu mudahnya runtuh di tanganmu. Kau mengkhianatiku dengan cara yang paling menyakitkan, menusukku di saat aku paling lemah. Luka yang kau berikan jauh lebih dalam dari yang pernah kubayangkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines