Story cover for Reputation: End Game by Almannie
Reputation: End Game
  • WpView
    LECTURAS 145
  • WpVote
    Votos 9
  • WpPart
    Partes 1
  • WpView
    LECTURAS 145
  • WpVote
    Votos 9
  • WpPart
    Partes 1
Continúa, Has publicado ene 26, 2024
Contenido adulto
Katarina sangat kecewa mendapati kekasihnya bermain 'dibelakang' dengan sahabat yang ia kira sangat dekat dan mendukung hubungannya dengan sang kekasih, Daniel Barbara Lexington. Namun, siapa yang menyangka bahwa justru diantara sang kekasih dan sang sahabat terjalin sebuah taruhan yang menyeretnya ke dalam kubangan kesedihan. 

Awalnya, Katarina ingin membalas dendamㅡdia bukanlah gadis lemah, dia akan membuat dua penghianat itu menyesal telah membuat hatinya sakit. Akan tetapi, di tengah perjalanan, Katarina mendapati dirinya berada di kamar hotel yang asing bersama seorang pria yang tidak diketahui. 

Bagaimana nasib balas dendam Katarina? Akankah tidak berjalan sesuai rencana, ataukah dua penghianat itu akan sebanding merasakan rasa sakit yang saat ini Katarina rasakan? 

Lalu, siapa pria tersebut? 

"You want a battle? I'll give you war."ㅡYusya 
"Checkmate. I couldn't lose."ㅡKatarina

[Reputation Book Serries]
Todos los derechos reservados
Tabla de contenidos
Regístrate para añadir Reputation: End Game a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
"LOVE AGAIN" de elyfaridah
50 partes Concluida Contenido adulto
Adeev tersenyum sinis dan mengangkat kakinya. Adeev menginjak luka di pundak laki-laki itu dan menekannya. Suara teriakan kesakitan menggema di kamar hotel. "Dulu mungkin aku terlalu bodoh untuk tidak langsung membunuhnya. Aku juga terlalu baik untuk tidak langsung menembak kepalanya. Tapi apakah kau tahu, karena dia dan dirimu aku menjadi sadar bahwa tidak seharusnya ada belas kasihan untuk siapapun." Laki-laki itu memegang kaki Adeev berusaha mendorong agar tidak menginjak pundaknya. Tapi Adeev justru semakin menekan luka itu. "Dee, apa yang kau lakukan!!" Adeev melepaskan luka tembak laki-laki itu dari injakan kakinya. Dan menatap Exell dalam-dalam tapi tidak lama kemudian para pasukan tim blacklion ikut masuk dan langsung mengamankan kamar hotel itu. Sedangkan ketua tim berlari dan memeriksa keadaan laki-laki itu. Saat tahu target mereka sudah tak sadarkan diri dengan bersimbah darah dan luka tembak. Dia bangkit dan langsung menodongkan pistol ke arah Adeev. ----------------------------------------------- "Ketika cinta harus kalah oleh dendam. Dan ketika dendam harus kalah oleh ketulusan. Saat kau harus mati-matian bangkit dari keterpurukan yang begitu dalam. Berusaha membangun tembok tinggi untuk melindungi dirimu. Menancapkan dendam pada hatimu sendiri agar membalaskan semua sakit yang kau rasakan, tapi tembok itu perlahan menjadi rapuh saat kau sadar dia tak pantas merasakan sakit yang pernah kau rasakan."
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
"LOVE AGAIN" cover
The Baby's [Completed] cover
Second Chance cover
AMNESIAL (END) cover
Dendam Dan Cinta  cover
After Such A Long Time (Hiatus) cover
Payback's Sweet cover
Surat Cerai untuk Halena #Completed cover
You're Mine (Tamat+Cerita Masih Lengkap) cover

"LOVE AGAIN"

50 partes Concluida Contenido adulto

Adeev tersenyum sinis dan mengangkat kakinya. Adeev menginjak luka di pundak laki-laki itu dan menekannya. Suara teriakan kesakitan menggema di kamar hotel. "Dulu mungkin aku terlalu bodoh untuk tidak langsung membunuhnya. Aku juga terlalu baik untuk tidak langsung menembak kepalanya. Tapi apakah kau tahu, karena dia dan dirimu aku menjadi sadar bahwa tidak seharusnya ada belas kasihan untuk siapapun." Laki-laki itu memegang kaki Adeev berusaha mendorong agar tidak menginjak pundaknya. Tapi Adeev justru semakin menekan luka itu. "Dee, apa yang kau lakukan!!" Adeev melepaskan luka tembak laki-laki itu dari injakan kakinya. Dan menatap Exell dalam-dalam tapi tidak lama kemudian para pasukan tim blacklion ikut masuk dan langsung mengamankan kamar hotel itu. Sedangkan ketua tim berlari dan memeriksa keadaan laki-laki itu. Saat tahu target mereka sudah tak sadarkan diri dengan bersimbah darah dan luka tembak. Dia bangkit dan langsung menodongkan pistol ke arah Adeev. ----------------------------------------------- "Ketika cinta harus kalah oleh dendam. Dan ketika dendam harus kalah oleh ketulusan. Saat kau harus mati-matian bangkit dari keterpurukan yang begitu dalam. Berusaha membangun tembok tinggi untuk melindungi dirimu. Menancapkan dendam pada hatimu sendiri agar membalaskan semua sakit yang kau rasakan, tapi tembok itu perlahan menjadi rapuh saat kau sadar dia tak pantas merasakan sakit yang pernah kau rasakan."