Home; Family

Home; Family

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 12, 2025
~Keluarga adalah rumah yang akan selalu menjadi tempat kembali~ ~~~ Jisha adalah anak bungsu, dari sepuluh bersaudara. Bunda meninggal saat melahirkannya, dan Ayah yang semakin sibuk bekerja hingga Jisha beranjak remaja. Tidak pernah ia merasa kesepian, karena ada abang, kakak, dan mas di sisinya, tapi Jisha pun tidak menyangkal jika ia masih membutuhkan kasih sayang kedua orang tuanya. Setelah kematian ayah, Jisha, abang, mas, dan kakak harus menerima kenyataan bahwa ternyata ayah mempunyai anak bersama wanita lain. Yang paling mengejutkan lagi, mereka harus tinggal di rumahnya, apakah Jisha bisa menerima mereka dengan lapang dada? Atau bahkan sebaliknya? ~~~ Cerita ke sekian, temanya keluarga, agak gaje dikit, tapi gaoaoa, aku akan berusaha membuat cerita ini sebagus mungkin. Cerita ini dibuat dalam rangka aku yang lagi bucin Seventeen 😔. Kritik dan saran bisa disampaikan lewat kolom komentar, atau wall. 많이 많이 사랑해 주세요🫂♡⁠
All Rights Reserved
#272
brotherhood
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kemana Arah Pulang?
  • PRIHAL RUMAH DAN SEISINYA | ENHYPEN
  • [ SAMA tapi BERBEDA ]
  • BLACKVELVET
  • SIBLINGS
  • Kebahagiaan Kecil Aralie. [ End ]
  • X = Savior✔
  • Rumah Untuk Pulang

Insiden yang merenggut kedua orang tua mereka telah mengubah segalanya. Rumah yang dulu penuh dengan tawa dan kebahagiaan kini terasa hampa dan penuh kesedihan. Setiap sudut rumah yang mereka tinggali kini penuh dengan kenangan akan masa lalu, dan rasa kehilangan yang tak terhingga. Lima bersaudara itu terjebak dalam arungan luka tak kasat mata. Terkunci dalam labirin ketakutan yang tanpa sadar telah mengikis tali persaudaraan mereka. Maraga, si sulung yang harus merelakan masa kuliahnya dan beralih menjadi tulang punggung keluarga. Reshaya, sang kakak kedua yang enggan berbagi duka. Hendara, si anak tengah yang selalu menangis di sepertiga malam hanya karena merindukan Bunda. Dan si kembar, Juandika dan Anandika yang sama-sama memendam sesak tak berkesudahan. "Aku kangen rumah yang dulu." "Kita berdamai sama-sama ya? Jangan ada lagi yang di pendam." Written by Kala Rune Desember, 2024

More details
WpActionLinkContent Guidelines