Bantu Aku Tuhan

Bantu Aku Tuhan

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 9, 2024
Cinta, bukankah itu hal yang fitrah untuk semua manusia? Bukankah semua manusia ingin merasakannya? Tapi, bagaimana dengan mencintai seseorang yang beda keyakinan? Apakah itu salah? Ini tentang seorang pria dan wanita yang memiliki perasaan yang sama satu sama lain. Saling mendoakan agar mereka menyatu. Mereka se-aamiin tapi tak seiman. Terdapat dinding tebal yang menghalangi mereka. Tentang mereka yang harus merelakan perasaan mereka. Atau memperjuangkannya. π˜Όπ™Œπ™„π™‡π˜Ό π˜Όπ™π™†π˜Όπ™‰π˜Όπ™‰π™π˜Ό, wanita yang memiliki paras yang cantik, selalu menutup auratnya, sikapnya yang ramah dan mudah senyum membuat orang sekitar senang dan nyaman berada di dekatnya. "Antara salib di leherku dan tasbih yang engkau genggam tidak akan pernah menyatu." "Antara gereja dan masjid." π˜Όπ™„π™π™‡π˜Όπ™‰π™‚π™‚π˜Ό π™π™€π™ƒπ™€π™π™…π˜Ό π˜Ώπ™€π™’π˜Όπ™‰π™π˜Όπ™π˜Ό "Tuhan, aku tau perasaan ini salah. Tapi, aku sudah terjebak oleh perasaan ini. Aku mencintai seseorang yang bukan hambamu. Tapi, salahkah aku berharap kalau dia nanti akan berada di sampingku sebagai jodohku kelak? " 𝙉𝙐𝙍 π˜Όπ™Œπ™„π™‡π˜Ό π˜Όπ™π™†π˜Όπ™‰π˜Όπ™‰π™π˜Ό
All Rights Reserved
#360
beda
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ternyata Takdirku adalah Kamu
  • Hanya Untukmu (End)
  • Boundary Line(garis Keyakinan)
  • Lentera Malam
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • Ikhtiar Cinta Bersamamu [END/SUDAH TERBIT]
  • Tahajud Cinta Kayra (REVISI)
  • Tasawuf Cinta
  • sebuah lentera
  • Kamu Mengajariku untuk Dekat dengan Allah

JANGAN LUPA FOLLOW YA... terimakasih sudah mampir Ada cinta yang tidak perlu diumbar, cukup diam-diam mendoakan dari kejauhan. Karena kadang, mencintai yang paling dalam adalah saat memilih untuk menjauh. Aku, Cilla, gadis biasa yang sebentar lagi akan memulai hidup baru di UIN Rafah. Di usia delapan belas ini, hidupku seperti perjalanan kereta yang tak pernah berhenti di stasiun yang sama dua kali. Termasuk stasiun bernama Arsan. Dia pernah singgah. Pernah menjadi alasan senyumku setiap pagi. Pernah menjadi orang yang paling aku percaya. Tapi kami memilih pergi. Bukan karena tidak saling mencintai, tapi karena tahu: terlalu dekat bisa membuat segalanya salah arah. Kami memilih menjaga, meski harus saling menjauh. Dan kini, setelah waktu membawa kami ke dunia yang berbeda... Aku masih menyebut namanya dalam sujud terakhirku. Sementara aku tak tahu, apakah dia juga menyebut namaku saat langitnya mendung dan hatinya sunyi. Mungkin kami sedang menguji takdir. Atau... mungkin takdir sedang menguji kami. Karena jika benar cinta ini suci, maka tak perlu digenggam erat untuk dimiliki. Cukup dipercayakan kepada Allah. Dan jika suatu hari aku kembali bertemu dengannya, aku ingin bertanya satu hal: "Masihkah kamu menganggapku takdirmu, seperti dulu?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines