ARRON
  • WpView
    Reads 91
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 10, 2024
dor... dor... dor... badan tegap yang sudah di penuhi dengan luka tetap berdiri di depan gadisnya. kini cairan merah keluar dadi bibir nya. dia memuntahkan isi cairan merah tersebut. gadis yang ada di depan nya tak bisa menghentikan air mata nya yang mengalir terus. wajah tampan itu terus mencoba tersenyum. bahu nya di guncang kuat oleh gadis nya. "kenapa kamu lakuin ini hah." sarkas gadis cantik yang terlihat lemas ini. dia sungguh marah, ketika Melihat orang yang dia cintai berkorban untuk nya. "jangan nangis jelek." jawab pemuda yang masih mencoba mempertahankan kesadaran nya. dia berusaha menyeimbangkan tubuh nya yang hampir jatuh. dor.. dor.. dor... saat musuh lengah dan sedang bahagia tertawa dia mengarahkan senjatanya pada laki laki yang tak memiliki merasa itu. "impas, dan lo pantes dapet in itu biadab! " umpat gadis yang sudah gemetar melihat kekasihnya hampir tumbang. bruk.. ambruk sudah tubuh tegap pemuda yang tadi menerima tiga tembakan sekaligus. Ava Melody dia menghampiri pemudanya. "jangan menakutiku." Tangis Ava pecah. dia sudah tak bisa menahan nya. "Ava, aku baik baik saja. " ucap nya terbata. "Arron Erdem Gaozhan saya perintahkan kamu tak boleh memejamkan mata mu." Intruksi Ava dengan tegas. tapi mata nya tetap merah, karena air mata sialan itu masih saja mengalir. "siap bu nagara, tapi aku ngantuk sayang." Jawab Arron lirih. "enggak, jangan Arr.. aku mohon jangan." "sayang kita pasti akan bertemu kembali, aku tak akan meninggalkan mu." ucap Arron semakin lirih, dan detik berikut nya Arron memejamkan mata nya. "Enggaaakkk Arrr, sayang kamu jangan menakutiku." Teriak Ava kencang. 18+ ada adegan kekerasan dan bahasa kasar di dalam nya. Jadi jika sudah mencukupi umur untuk membaca nya silahkan 🙏 yang belum cukup umur tolong bijak dalam memilih bacaan 😊Terimakasih🙏
All Rights Reserved
#7
timtravel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)
  • Aurel's Life Transmigration ( END )
  • Husband In Second Life ✓
  • AURELLIA; Antagonist Girl [END]
  • Amor Almira
  • Effort ( COMPLETED )
  • Abu Abu [ completed ]
  • Sweet Combat
  • Preman Sekolah Jatuh Cinta (PINDAH KE DREAME)
  • Effort 2 [ Completed ]

Beberapa detik tatapan mereka beradu. Athur menajamkan tatapan saat Milla terus menatap matanya. "Jangan berani tatap gue!" "Kenapa? Mata lo sakit?" Bukan mundur. Milla malah semakin maju. "Jangan lihat mata gue!" tegas Athur memalingkan wajah. "Oo jadi lo itu sakit mata? Atau mata lo ada beleknya ya? Dih jorok." "Diam!" Milla tersenyum menantang. Ia pindah posisi di depan Athur sehingga cewek itu semakin leluasa menatap mata Athur. Milla mempertajam penglihatan. Ia penasaran, memang ada apa di mata Athur. "Mata lo baik-baik aja. Gak merah tuh," ucapnya bak seorang dokter spesialis mata. Athur menunduk menatap mata Milla penuh amarah. "Minggir." Satu kata keluar penuh penekanan. Bukan Milla jika segera mundur saat ada hal yang menyenangkan. Milla malah semakin maju dan menatap mata beriris hitam pekat itu. "Jangan-jangan mata lo katarak ya. Atau malah mata lo punya virus menular jadi orang lain gak boleh lihat mata lo," ucap Milla bernada berlebihan. Sampai-sampai ia membelalakan mata, membuka mulut serta meletakkan kedua tangan di pipi. Emosi yang sejak tadi Athur kendalikan kini sudah di ujung tanduk. Baru kali ini ada orang yang berani menatap matanya. Bahkan sedekat ini. Apalagi baru kali ini kata-kata dingin Athur tidak mempan. Saat semua orang menunduk ketika Athur mengedarkan pandangan. Milla berbeda. Saat semua orang takut untuk berbicara dengan Athur. Milla berbeda. Dan saat semua orang diam ketika Athur berbicara. Milla berbeda. Tatapan Athur lurus pada mata Milla. "Gue akan buat lo nyesel berani tatap mata gue!" tegasnya bernada mengancam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines