Suatu ruangan luas berwarna putih, berkabut tebal, bukanlah tempat yang akan Harry Potter pilih dengan senang hati. Namun, tiba-tiba, Harry menemukan dirinya terduduk di dalam ruangan yang tak berujung itu dengan tubuh usianya yang hanya berusia 11 tahun. Mata hijau zamrudnya menyelidiki sekitarnya dan menemukan sosok laki-laki bertubuh besar dengan mata berwarna emas yang penuh tanda tanya.
"Harry Potter, aku cukup yakin bahwa tidak seharusnya kamu berada di tempat ini saat ini, apakah ada yang ingin kamu ceritakan?" Tanya sosok itu dengan suara tegas, namun dengan intonasi dan pandangan yang lembut seakan ingin berkata bahwa ia tidak akan menyakiti.
Harry, setelah merenung sejenak, mulai mengingat pertempuran hebat di Hogwarts, kehancuran Horcrux terakhir, dan kemenangan atas Voldemort. Namun, kemudian tubuhnya melemas dan kehilangan energi, dan ia mendengar suara yang memohon agar dia tidak pergi. Sekarang, dia berada di tempat misterius ini.
"Begitu ya, bukan waktumu untuk berada di sini, maka pilihlah dengan bijak. Apakah kamu ingin tetap melanjutkan kehidupan barumu di alam keabadian, atau kembali dan memulai segalanya dari awal, dan memperbaiki segalanya?"
Harry terkesiap, memandang kedua mata keemasan itu dengan penuh selidik. "Apakah hal itu bisa terjadi? bukankan saat ini aku sudah mati?" Tanyanya hati-hati.
"Tentu saja, tidak ada yang tidak mungkin yang dapat terjadi dunia ini, namun semua itu berada di tanganmu, pilihlah dengan bijak." Jawab sosok itu lebih lembut, kedua matanya kita terlihat sangat bersahabat "Namun Harry, ingatlah pada orang orang yang menyayangimu, ingatlah hal hal yang ingin kamu perbaiki di kehidupan sebelumnya, ingatlah semua itu."
Merenung sejenak, akhirnya Harry menjawab mantap, senyum kecil terukir di bibir tipis merah mudanya. "Kembalikan aku ke masa itu!"
"Jawaban diterima!"
Entah apa yang terjadi selanjutnya, namun Harry mendapati dirinya kembali masuk ke dalam kegelapan itu...
[I'm just a translator! Harry Potter sepenuhnya milik J.K Rowling, dan fanfic ini sepenuhnya dibuat oleh author Starbrigid dari AO3]
.
.
.
Yang diperlukan hanyalah satu kali melihat ke cermin dan upaya keliru untuk menghancurkannya, sebelum Draco Malfoy yang sakit hati, yang baru keluar dari Azkaban dikirim kembali ke tubuhnya pada hari dia menerima surat Hogwarts-nya.
Tiba-tiba, Draco mendapat kesempatan kedua yang tidak dia inginkan, dengan Topi Seleksi yang tidak tahu apa yang harus dilakukan dengannya, seorang Muggleborn yang tidak mau meninggalkan meja belajarnya sendirian, dan mata hijau yang tidak bisa dia enyahkan dari pikirannya. Dan kemudian ada tongkat barunya, yang memilihnya dan akan menandai dirinya sebagai penyihir yang sama gelapnya dengan namanya.
.
.
.
[Draco Malfoy and the Mirror of Ecidyrue adalah bagian 1 dari seri The Mirror of Ecidyrue]