We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
HERIDA
  • WpView
    Reads 738
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 26, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
"Semua orang mempunyai rintangan,namun tak semua orang bisa bertahan"Herida Magata "Zav please anterin aku hari ini untuk jenguk mama" "Sorry Er gue ga bisa hari ini mau nganterin Asya beli novel dulu" "Zav ini bekal buat kamu ini aku sendiri loh yang memasaknya" "Maaf Er gue udah di bawain bekal duluan sama Asya" Menceritakan tentang seorang gadis yang selalu di terpa berbagai masalah.Namun, dipaksa mati-matian untuk tetap bertahan dengan segala luka yang ia dapatkan. Akankah ia menyerah atau tetap memilih menahan dan melewati segala rasa sakit yang Tuhan berikan? ━━━━━━━━━✬ ✭ ✮ ✰━━━━━━━━━
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Promise or Leave
  • My Nine Sisters
  • Elegi Rasa : Pergi
  • My name is Steven ( End )
  • KEPERGIAN SENJA
  • Penuh Luka (On Going)
  • TUBUH GADIS NERD [END]
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Kemana Ku titip Luka Ku ?

WARNING!!! Foto cover ambil di pin. Cerita ini hasil dari pemikiran ku sendiri. Kalau ada kesamaan nama tokoh, Cerita, serta judul itu berarti karena murni sebuah ketidaksengajaan. Ada beberapa kalimat dan bahasa kasar di dalam cerita, mungkin ada sedikit adegan kekerasan, baik verbal maupun nonverbal. Jika tetap terus melanjutkan harap bisa mengambil sisi positifnya. Yang jelek di buang, ambil yang baik baik saja. Sebaiknya follow dulu sebelum membaca. . . . "Selama aku bisa melakukannya sendiri aku tak butuh yang namanya laki laki." "Bahkan laki laki itu tak becus menjalani perannya." "Makhluk tak berguna itu tak pantas ada." "Dia bahkan memberi luka tanpa penawar." "Mengenal salah satunya saja termasuk bencana." "Menganggap Makhluk itu adapun rasanya enggan." "Kalau saja bisa, akan gue bunuh semua makluk tak berperasaan itu." "Mari kita bantai habis mereka!" mereka tertawa keras dengan tangan saling merangkul satu sama lain. "DENGAR GIRLS! MEREKA TIDAK BISA MENINDAS JIKA KITA SELALU BERSAMA." "SETUJUUUUUUU." Mereka berteriak keras di tepi tebing terjal, suara teriakan mereka menyatu dengan deru ombak di bawahnya. membagi luka dengan lautan, itulah yang mereka lakukan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines