We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
About Them [ON GOING]

About Them [ON GOING]

  • WpView
    Reads 465
  • WpVote
    Votes 99
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 9, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Mereka memiliki trauma yang berbeda-beda namun dari sumber yang sama yaitu keluarga. Bukankah rumah itu seharusnya menjadi tempat perlindungan teraman? Bukankah rumah itu seharusnya menjadi tempat tinggal ternyaman? Bukankah rumah itu seharusnya menjadi tempat keluh kesah terbaik? Namun, rumah mereka dirusak oleh orang-orang egois. Apakah mereka masih pantas disebut sebagai orang tua? "Lukamu adalah sumber kekuatan mu." Mereka tidak tumbuh dengan kasih sayang, melainkan tumbuh dengan luka. Hingga sampai sekarang, luka mereka justru menjadi sumber kekuatan untuk mereka. Mereka harus kuat berdiri dan berjalan di atas duri tajam yang menusuk telapak kaki mereka. Start : 17 Juni 2024 Finish : - ⚠WARNING⚠ Hanya untuk umur 17+ karena di dalam cerita mengandung banyak kekerasan.
All Rights Reserved
#717
goodboy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Breathe
  • Atma Daru [SELESAI]
  • 0°Celcius [End]
  • SILENTIUM || End✓
  • BERISIK (END)
  • ALKANTARA || END || Belum Revisi
  • HOME FOR WOUNDS
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Semua Tentang Luka [ END ]
  • Rintik Hujan
Breathe

[Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-

More details
WpActionLinkContent Guidelines