Laut Dalam Sunyi

Laut Dalam Sunyi

  • WpView
    Reads 39,687
  • WpVote
    Votes 325
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Mon, Mar 23, 2026
Laut Rasendriya Abiyasa yang terbiasa hidup dalam sunyi yang tak pernah ia pilih sejak dahulu. seperti ombak yang datang tanpa suara, hanya terasa tapi tak bisa didengar. sejak masa lalu merenggut pendengarannya, dunia perlahan menjauh darinya sendiri. rumah yang seharusnya menjadi tempat pulang justru menolaknya, meninggalkan Laut berjalan sendiri dengan luka yang tak pernah sempat sembuh. hari-harinya berlalu tanpa arah, hingga ia bertemu dengan seseorang yang datang tanpa rencana. awalnya hanya canggung dan penuh salah paham, sampai akhirnya orang itu belajar memahami dunianya, lewat gerakan tangan yang sederhana, tapi sangat berarti bagi dirinya. untuk pertama kalinya, Laut merasa tidak sendirian lagi di dunianya yang sunyi ini. namun, luka tidak hilang hanya karena ada yang tinggal. di balik tenang yang ia tunjukkan, ada ketakutan yang terus berbisik bahwa semua kehangatan ini suatu saat akan pergi, seperti hal-hal lain yang pernah ia miliki sebelumnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Renjana [COMPLETED]
  • Amreta [N'Dream] ✔️
  • Asteri Castle (Interlude)
  • Rahasia Dibalik Persahabatan
  • Jean: Selamat Tidur Jean (S1, end) & Pulanglah Jean (S2, on going)
  • 365 Pages
  • It's Always Been You✔️
  • Kembali Ke Masa Lalu //NOREN//
  • SATU RAGA SERIBU LUKA |
  • Azalea's Angels | END

Pada malam paling temaram yang pernah seorang anak jumpai adalah kehilangan sepenggal bait kehangatan yang sepatutnya terus membersamai. Seorang anak yang sudah cukup dewasa sebagai pengganti bapak, seorang anak lain yang baru saja memasuki runyamnya semester tanggung di bangku perguruan tinggi, seorang lainnya lagi baru saja bersuka cita telah memasuki mimpi para anak muda seusia adiknya untuk melepas seragam sekolah, seorangnya lagi baru saja merasa bahwa masa SMA adalah kebebasannya, seorang lainnya lagi masih berkutat dengan permainan remaja tanggung di bangku menengah pertama, satu yang lain masih bersenang-senang pada masa anak-anak yang hendak remaja, dan satu lainnya yang terakhir masih bahagia dimanjakan dengan rambut yang terbelah dua. Namun pada hari itu, nyatanya semesta memberinya segenggam ujian yang harus ditanggung bersama karena kepergian ibunda. Syair-syair elegi selanjutnya mengiringi langkah mereka, mengantarkan satu tubuh yang sudah kaku karena kehilangan ruhnya. Mengantarkan keberangkatan sang ibunda pada tempat paling jauh yang tak bisa mereka singgahi untuk sekadar melepas rindu yang menumpuk dibalik pakaian basah yang baru dicuci, dibalik tumpukan piring kotor yang hendak dibersihkan. Dan lainnya yang menumpuk dan terus menumpuk, membiarkan hati mereka berat diduduki rindu yang tak pernah habis. Dan kemudian luka-luka tak pernah bisa disembuhkan waktu, ketujuh warna dalam keluarga Nawasena berakhir temaram dan kehilangan sukmanya. ©Jeta An Alternate Universe Renjana, 2021

More details
WpActionLinkContent Guidelines