-SELEPAS HUJAN DIMATAKU

-SELEPAS HUJAN DIMATAKU

  • WpView
    LECTURES 145
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Chapitres 9
WpMetadataReadTerminé mer., janv. 31, 2024
Bersama tulisan ini aku hantarkan jasadmu ke makam yang aku sebut puisi, liang dimana aku sempat di apit kesedihan, kesunyian, kesendirian setelah bertahun-tahun lamanya merendahkan gemuruh yang kerap mengundang awan mendung di langit-tak ada rona senja, ataupun pelangi yang mampu membawaku keluar dari rasa berkabung perasaanku sendiri, hingga aku kerap hidup dalam kepura-puraan.
Tous Droits Réservés
#2
ruangkata
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Datang Untuk Pergi
  • Rintik jadi Luka
  • penderitaan solar
  • PORTAL OF TIME DIMENSION [Slow Update]
  • solar sakit!?✨🏥
  • KAKAK SULUNG (END?)
  • ROMANSA KATA

Seseorang itu datang bagaikan tetesan embun yang menyejukan hati kecilku yang sangat gersang,tapi aku sadar bahwa tetesan embun itu hanya akan bertahan sesaat untuk tetap ada,selanjutnya tetesan embun itu akan hilang tanpa meninggalkan jejak.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu