-SELEPAS HUJAN DIMATAKU

-SELEPAS HUJAN DIMATAKU

  • WpView
    Reads 147
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadComplete Wed, Jan 31, 2024
WpInfo
Poetry
Bersama tulisan ini aku hantarkan jasadmu ke makam yang aku sebut puisi, liang dimana aku sempat di apit kesedihan, kesunyian, kesendirian setelah bertahun-tahun lamanya merendahkan gemuruh yang kerap mengundang awan mendung di langit-tak ada rona senja, ataupun pelangi yang mampu membawaku keluar dari rasa berkabung perasaanku sendiri, hingga aku kerap hidup dalam kepura-puraan.
All Rights Reserved
#2
ruangkata
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Datang Untuk Pergi
  • Dibalik Diam.
  • ZONA NYAMAN
  • PORTAL OF TIME DIMENSION [Slow Update]
  • KAKAK SULUNG (END?)
  • solar sakit!?✨🏥
  • Who's he. . .?[Complete]
  • Polosnya Sahabat Kami

Seseorang itu datang bagaikan tetesan embun yang menyejukan hati kecilku yang sangat gersang,tapi aku sadar bahwa tetesan embun itu hanya akan bertahan sesaat untuk tetap ada,selanjutnya tetesan embun itu akan hilang tanpa meninggalkan jejak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines