Sunset Teens (revising)

Sunset Teens (revising)

  • WpView
    Reads 67
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 21, 2025
Sebuah rumor soal "Kota Matahari Terbenam" yang telah diyakini keberadaannya oleh sebagian banyak orang di kota Los Angeles. Sebuah tempat yang dipercaya dipenuhi dengan kebahagiaan, keharmonisan, keamanan, kehangatan, dan kehidupan yang lebih layak. Dimana semua kriteria tersebut adalah impian besar bagi sebagian banyak orang di Los Angeles sebagai pelarian dari kehidupan mereka yang dirasa terlalu pahit, sepi, hampa, terlalu banyak tekanan, dan mungkin terasa tak berarti sama sekali. Shofie, Rama dan Ravin, para remaja SMA Sunskies yang juga masuk kedalam kategori 'sebagian banyak orang' tersebut. Rencana mereka untuk kabur dari realita dan memulai petualangan mereka menyusuri kota Los Angeles dimulai ketika Pak Han, guru seni mereka memberikan sebuah tugas fotografi. Hingga akhirnya mereka telah memulai petualangan mereka yang sesungguhnya menuju "Kota Matahari Terbenam". Tapi, apakah kota tersebut memang sungguh nyata keberadaannya? Genre pada cerita ini : Fantasy, Adventure, Drama Penulisan awal : 2022
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ventiones Academy [REVISI]
  • Transmigrasi Arabela - Descendants [COMPLETE]
  • Love Starts From Coffee
  • Amazing Eyes Academy [COMPLETED]
  • Kimberly Academy
  • RESURGERE: The Andalas Of Nusan [CH]
  • Frozen Soul ✓
  • ANTARIKSA SCHOOL [End]✓
  • Swords And Flowers
  • Findy and The golden stone

Aku hanya seorang gadis berumur tiga belas tahun yang biasa saja. Aku ini sama seperti yang lain. Jadi tidak ada yang istimewa dari diriku. Sampai .... "Selamat, Anda diterima di Ventiones Academy." Aku tak pernah mendengar ada academy semacam itu. Semuanya langsung berubah. Hidupku yang awalnya berwarna hitam-putih, berubah menjadi warna pelangi. Rasanya mataku sampai pusing melihat semua warnanya. Tidak bukan mata, tapi otakku. Oh, aku menyesal ketika kehidupanku sebelum ini aku kurang banyak bersyukur. Aku ini masih tiga belas tahun. Tapi kenapa kejadian yang kualami di luar batas umurku? Sebentar, di luar batas bukan berarti seperti adegan dewasa! Maksudku seperti peperangan? Pembunuhan? Baiklah, aku sepertinya sudah gila. Aku jadi iri dengan remaja normal seperti kalian. **** Cerita ini murni dari pikiran saya sendiri. Karena saya selalu berkhayal yang tidak logis, jadi saya lampiaskan ke dalam cerita ini. Jika ada kesamaan nama dalam cerita ini, itu artinya kebetulan. Vote? Baca aja dulu! Nggak vote juga gpp. Asalkan sudah dibaca ceritanya dan sudah ditaruh di perpustakaan kalian. **** ⛔Lagi tahap revisi. Jadi jangan terkejut jika ada perubahan kata atau chapter secara tiba-tiba

More details
WpActionLinkContent Guidelines